Kriminalitas HST

Datangi Rumah Seteru Usai Cekcok, Pria HST Kalsel Ini Tewas Kena Sabetan Parang

Datangi seteru usai cekcok, Pria HST Provinsi Kalsel tewas terkena sabetan parang hingga terluka di kepala dan dada

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
Humas Polres HST untuk BPost
Tim identifikasi Satreskrim Polres HST saat melakukan oleh TKP di Desa Mundar Kecamatan Labuanamas Selatan, Hulu Sungai Tengah (HST) Provinsi Kalsel, Sabtu (26/3/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Diduga masih emosi usai cekcok mulut , M Akram (35), warga Desa Mundar Kecamatan Labuanamas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), nekat mendatangi seterunya, TR (49. Warga yang masih tinggal satu RT di desa tersebut.

Akibatnya, begitu bertemu tak hanya cekcok mulut, tapi keduanya terlibat  adu fisik yang membuat Akram meninggal dunia di tempat akibat sabetan parang dan luka tusuk di bagian dada.

Sedangkan TR, juga mengalami luka robek di bagian kepala, sampai saat ini kondisinya kritis  dirawat di RS H Damanhuri Barabai.

Kapolres HST AKBP SIgid Hariyadi, melalui Kasi Humas Polres HST AKP Soebagiyo, MInggu (27/3/2022) menjelaskan, perkelahian berujung penganiayaan tersebut terjadi Sabtu 26 Maret 2022, pukul 17.30 wita di halaman rumah TR.

Baca juga: Pembunuhan di Kalsel – Seorang Warga Banua Rantau Kabupaten HST Tewas Akibat Dibacok

Baca juga: Penganiayaan di Kalsel - Petugas SPBU di Mataraman Kabupaten Banjar Dibacok, Polisi Cari Pelaku

Baca juga: Penganiayaan di Banjarmasin - Dibacok Saat Lewat Jembatan Teluk Tiram, Pria Ini Sempat Kejar Pelaku

Sebelum penganiayaan terjadi, sekira pukul 15.00 Wita, M Akram sedang berada di rumah Ahmad Rafii alias Samsul.

Saat itu, dia sedang bercerita masalah keluarganya. Pukul 16.30 Wita, Akram pulang dan duduk di kursi bekas warung depan rumah milik Supandi.

Di tempat itu dia bertemu TR, kemudian mengobrol. Tak lama, terdengar cekcok mulut. Kemudian di lerai oleh Supandi, hingga akhirnya TR pulang ke rumahnya.

Sedangkan M Akram diajak ke rumah Supandi.

“Sekitar pukul 17.30 wita, M Akram mendatangi rumah TR, sehingga kembai terjadi cekcok yang berujung perkelahian,”kata Soebagiyo.

Diduga keduanya sama-sama menggunakan senjata tajam, sehingga terjadi perkelahian sengit. Warga setempat tak berani melerai karena takut terkena sabetan.

Duel itu pun berujung maut, dimana Akram meninggal dunia di tempat. Sedangkan TR dilarikan ke rumah sakit dan mengalami kritis akibat luka berat di bagian kepala.

Mengenai motif perkelahian berujung penganiayaan hingga salah satunya tewas, Polres HST belum bisa menyimpulkan. Sebab, saksi saat itu mengaku  tidak mendengar pembicaraan keduanya.

“Korban meninggl dunia, sedangkan satunya lagi masih kritis, jadi belum tahu motif yang sebenarnya,”kata Soebagiyo.

Baca juga: Penyerangan di Banjarmasin, Santai di Depan Rumah, Pasutri Tiba-tiba Dibacok Tetangga

Tersangka dikenakan pasal 351 Ayat 3 junto pasal 338 KUHP tentang penganiayaan.

Untuk kasus tindak pidana tersebut, Satreskrim Poles HST pun menyita barang bukti berupa senjata tajam, yang jumlahnya empat, terdiri dua golok dan dua belati. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved