Breaking News:

Yayasan Adaro Bangun Negeri

Pesta Panen Ikan Program Adaro Santri Sejahtera di Dua Ponpes di Tabalong, Hasilnya Memuaskan

Panen ikan dari kolam budidaya hasil Program Adaro Santri Sejahtera (PASS) berlangsung di dua pondok pesantren di Tabalong begitu memuaskan

Penulis: Dony Usman | Editor: Hari Widodo
Yabn
CSR Division Head of PT Adaro Energy Tbk yang juga Ketua Umum Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN), Okty Damayanti perlihatkan ikan patin yang baru dipanen budidaya ponpes miftahul ulum. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Panen ikan dari kolam budidaya hasil Program Adaro Santri Sejahtera (PASS) kerjasama dengan Universitas Lambung Mangkurat dilakukan di dua pondok pesantren (ponpes) berbeda di Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (28/3/2022).

Pesta panen ikan ini dihadiri langsung CSR Division Head PT Adaro Energy Indonesia Tbk yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Umum Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN), Okty Damayanti.

Kemudian juga hadir tim dari Universitas Lambung Mangkurat, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Perikanan Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Tabalong.

Pesta panen ikan pertama dilakukan di Ponpes Teknologi Pertanian Al Islam, Desa Kambitin, Kecamatan Tanjung, dengan memanen ikan nila yang merupakan hasil dari siklus ke empat.

Kemudian berlanjut ke Ponpes Miftahul Ulum, Desa Bangkiling Raya, Kecamatan Banua Lawas, dengan memanen ikan patin di kolam hasil budidaya.

Pesta panen ikan santri sejahtera
CSR Division Head of PT Adaro Energy Tbk yang juga Ketua Umum Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN), Okty Damayanti serahkan nila yang baru dipanen ke santriwati.

Dari dua lokasi berbeda dengan jenis ikan yang juga berbeda ini, saat panen dilakukan menunjukan hasil yang sangat memuaskan.

Ketua Badan Pengelola Usaha Pesantren (BPUP) Ponpes Al Islam, Ustadz Abdul Hakim, mengatakan, program PASS di Ponpes Al Islam dimulai sejak tahun 2018 dan mulai belajar menjalankan usaha sejak tahun 2019.

"Adapun usaha yang dijalankan di pondok pesantren ini adalah Usaha Peternakan kambing dan budidaya ikan nila," katanya.

Semenjak dimulai, total penjualan kambing hingga Februari 2022 sudah 74 ekor dengan harga kisaran Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta.

Sehingga jika dikalkulasikan total pendapatan kotor dari usaha ternak kambing hingga saat ini mencapai angka Rp 208 juta.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved