Komunitas

Suka Motor Sport Kawasaki karena Sangar dan Nyaman untuk Sport Touring

Anggota komunitas Kawasaki Nija Club (KNC) Banjarmasin hadir di podcast Banjarmasin Post dan PT Super Sukses Motor mengenai pengalaman touring.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
Acara Podcast Banjarmasin Post dengan Main Diler Kawasaki di Kantor PT Super Sukses Motor, Banjarmasin menghadirkan angggota komunitas Kawasaki Nija Club (KNC), Rabu (30/3/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kawasaki Ninja adalah legendnya motor sport di Indonesia. Banyak pula komunitasnya. 

Dalam acara Podcast Banjarmasin Post dengan Main Diler Kawasaki Banjarmasin'> Kawasaki Banjarmasin di PT Super Sukses Motor Kawasaki, Jalan A Yani Km4,5, Rabu (30/3/2022), hadirkan Dedet dan Ovan dari Kawasaki Nija Club (KNC).

Menurut Ketua KNC Banjarmasin, Dedet, komunitasnya terbentuk pada 19 November 2009. 

"Selama 13 tahun, kami setia menggunakan Kawasaki Ninja. Sejak awal, kami disuport dari PT SSM. Harapan kami, bisaa terus disuport," ungkapnya. 

Dedet menceritakan pengalaman ketika touring dengan mengendarai motor sport kawasaki ninja.

Baca juga: BPKPAD Banjarmasin Sosialisasikan Aplikasi Citigov untuk Wajib Pajak

Baca juga: Cegah Terjadi Penyimpangan dan Kerugian Negara, BPJN Kalsel Gandeng Kejati Kalsel

Menurut dia kawasaki ninja ini nyaman untuk touring karena handling dan tarikannya luar biasa, serta posisi berkendara juga pas. "Apalagi yang versi yang ada boks di belakang, sport touringnya makin mantap," jelasnya. 

Dedet berujar, dia pakai Kawasaki karena meman suka. "Ketika itu, ada orang yang menggadaikan motor 150. Kelihatan sangar.

Pada 2008, keluar yang Kawasaki Ninja 250 cc. Di situ makin suka. Ketika ada uang, kemudian beli langsung yang 250 cc. "Saya pakai touring lintas Jawa. tanpa pelat karena masih belum keluar nomor SNTK-nya," kenang dia. 

Cerita lain disampaikan Ovan, senang touring bareng dan kenikmatan didapatkan ketika bisa lihat kota lain bersama Kawasaki Ninja. Beda kota, beda cerita. 

"Touring yang paling suka, makan bereng, tidur di ATM, benar-benar tak terlupakan. Kami saling bantu. Cerita uniknya, sempat saya nekat karena anggap pemberani, jadi gas terus. Satu saat ketika pulang dari Bali, di daerah hutan jati, kami yakin rombongan ada di belakang. Hari sudah malam. Waktu lihat ke belakang, tidak ada rombongan sama sekali. Kami jadi merinding sendiri. Akhirnya kami memutuskan untuk menguntit truk, biar lebih kelihatan, sampai menemukan keramaian kota lagi," bebernya.

Baca juga: Antisipasi Arus Mudik Lebaran 2022, Airnav Banjarmasin Operasikan Tower Baru

Baca juga: Resmi Dibuka, Kubah Makam Datu Kelampayan di Astambul Kalsel Ramai Peziarah

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved