Berita Tanahlaut

Tanahlaut Tetap Laksanakan Safari Ramadhan 2022, Begini Penjelasan Bupati Sukamta

Di Tanahlaut (Tala), agenda Safari Ramadan tetap dilaksanakan meski terbit SE Menag tentang larangan pejabat dan ASN menggelar buka bersama

Penulis: Idda Royani | Editor: Hari Widodo
DISKOMINFO TALA
Bupati Tala HM Sukamta. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Di tengah terbitnya Surat Edaran (SE) Menteri Agama nomor 08/2022 tentang panduan penyelenggaraan ibadah selama bulan Ramadan dan Idulfitri 1443 Hijriyah yang melarang pejabat dan aparat sipil negara (ASN) mengadakan buka puasa bersama (bukber) dan open house, di Kabupaten Tanahlaut (Tala), agenda Safari Ramadan tetap dilaksanakan.

Hal itu ditegaskan oleh Bupati Tala HM Sukamta. "Kita tetap melaksanakan Safari Ramadhan, tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes)," kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (4/4/2022).

Orang nomor satu di Bumi Tuntung Pandang ini menerangkan hal tersebut mempertimbangkan perkembangan kasus corona virus diseases (covid-19) di Tala yang telah melandai.

Baca juga: Mirip Roda Setum, Benda Ini Teronggok Dekat Pesanggrahan di Pantai Takisung Tanahlaut Kalsel

Baca juga: Kebakaran di Banjarmasin - Ramadhan Hari Kedua, Geger Kebakaran di Kawasan Bumi Mas

Baca juga: Sebanyak 35 Stan Ramaikan Pasar Ramadhan Mabuun di Tanjung Expo Center Kabupaten Tabalong

"Kasus konfirmasi positif saat ini tersisa sepuluh orang. Isolasi mandiri sembilan orang dan satu orang saja yang dirawat di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari," jelas Sukamta.

Dikatakannya, Safari Ramadan akan dilaksanakan sebanyak sebelas kali di sebelas kecamatan yang ada di Tala. "Safari Ramadan pertama bertempat di Desa Batuampar," sebut Sukamta.

Ia mengatakan meski kegiatan Safari Ramadan tetap dilaksanakan, namun juga tetap memperhatikan aspek kerumunan. Karena itu jumlah peserta pun dibatasi sehingga pada kegiatan tersebut tidak terlalu banyak orang yang berada di lokasi.

Terpisah, salah seorang pejabat teras Pemkab Tala, Andris Evony menuturkan jika melihat tujuan SE 08/2022 tersebut, hanya ditujukan kepada lingkup Kemenag dan jajaran ke bawah. Termasuk Baznas, organisasi kemasyarakatan Islam, dan pengurus masjid.

"Kemudian point pada huruf E angka 5 itu mungkin ditujukan kepada ASN di jajaran Kemenag saja, karena ASN jajaran pemkab/pemko/pemprov biasanya melaksanakan ketentuan dari SE/Telex dari Kemendagri atau Kemenpan," papar Andris

Lalu pada huruf  E angka 6, lanjut kepala Bappeda Tala ini, memang sudah dibolehkan dengan tetap menerapkan prokes secara ketat dan melihat kondisi existing covid-19 setempat.

Menurutnya, tak apa-apa Kemenag mengatur terkait larangan mengadakan/menghadiri buka puasa bersama, sahur bersama dan open house di kalangan jajarannya. Karena itu kebijakan internal di Kemenag. 

"Kalau kami di pemkab akan menyesuaikan saja apabila nanti memang ada ketentuan/SE yang mengatur tentang hal yang sama di jajaran pemkab/pemko/pemprov," tandas Andris.

Baca juga: Pasar Wadai Ramadhan Diresmikan Wali Kota Banjarbaru, Ingatkan Masyarakat Terapkan Prokes

Di tiap daerah biasanya juga ada perda tentang ketentraman dan ketertiban umum yang salah satu isinya biasanya mengatur tentang pengaturan buka warung/jualan selama bulan suci Ramadhan. "Hal ini juga harus menjadi acuan yang diperhatikan masyarakat," sebut Andris. 

Sementara itu sejumlah kepala daerah di Kalsel seperti di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memilih membatalkan agenda Safari Ramadan yang telah disusun. Sedangkan Sekda Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menegaskan tidak akan menggelar acara buka puasa maupun sahur bersama. (banjarmasinpost.co.id/roy)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved