BTalk Mom & Kids

BTalk, Trik Ajari Anak Puasa Menurut Psikolog Kalsel Sukma Noor Akbar

Menurut psikolog Kalsel, Sukma, pembelajaran puasa untuk anak usia di bawah 5 tahun ada tahapannya. Tidak boleh dipaksa.

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Acara BTalk program Mom & Kids yang ditayakang Banjarmasin Post mengenai mengajari anak berpuasa menghadirkan Sukma Noor Akbar, MPsi, Koordinator Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (Prodi Psikologi FK ULM) yang juga Ketua Himpunan Psikologi Indonesia Kalimantan Selatan (Himpsi Kalsel), Sabtu (9/4/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ramadan 1443 Hijriah sudah hampir sepekan berjalan. Sejumlah orangtua masih mengajari dan melatih anaknya yang masih kecil untuk berpuasa, meski belum diwajibkan.

Ada orangtua yang masih mengajari anaknya sahur, ada pula yang tengah melatih buah hatinya puasa setengah hari. Nah, bagaimana trik mengajari anak berpuasa?

Trik tersebut diungkap dalam perbincangan Mom & Kids di kanal Youtube Banjarmasin News Video, Instagram Banjarmasin Post dan Facebook BPost Online, Sabtu 9 April 2022 pukul 16.00 Wita.

Acara yang dipandu Jurnalis BPost Group Tania Anggrainy ini menghadirkan narasumber, yakni Sukma Noor Akbar,  MPsi, Koordinator Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat ( Prodi Psikologi FK ULM) yang juga Ketua Himpunan Psikologi Indonesia Kalimantan Selatan ( Himpsi Kalsel).

Menurut Sukma, pembelajaran puasa untuk anak-anak usia di bawah 5 tahun ada tahapannya. Jadi, tidak boleh dipaksa harus begini dan begitu.

Baca juga: Cari Baju Lebaran, Yuk Ke ANS Busana, Bisa Kembaran dengan Irish Bella Hingga Syahnaz Sadiqah

Baca juga: Jelang Haul Ke-2 Guru Zuhdi, Yayasan: Kegiatan di Kubah Banjarmasin Hanya untuk Keluarga

"Pendekatan persuasif untuk anak usia 3 tahun, 5 tahun, 10 tahun itu berbeda, baik dalam bahasa penyampaian tentang puasa maupun tata cara berpuasa," jelasnya.

Penting pula, orangtua melihat kondisi tumbuh kembang dan kondisi fisik anak. Artinya, jika mampu silakan, tapi jika tidak mampu maka berikan kelonggaran.

Trik dalam penerapan puasa bagi anak yang secara kesehatan mampu berpuasa, bisa dengan penerapan puasa hingga pukul 10 pagi atau pukul 12.00 atau juga pukul 14.00.

Berpuasa hitungan jam atau setengah hari itu menjadi latihan bagi anak. Seiring tumbuh kembang dan kesehatannya maka durasi puasanya bisa bertambah hingga nantinya sehari penuh.

"Ketika anak masuk usia SD maka akan lebih paham tentang puasa. Bahwa puasa itu tak hanya menahan lapar dan haus. Apalagi ia juga mendapat tambahan ilmu agama dari sekolah," jelasnya.

Baca juga: Jembatan Sungai Martapura Bakal Dibongkar 14 April, BPJN XI Banjarmasin Pastikan Tak Ada Kemacetan

Baca juga: Sepuluh Persen Wilayah di Kalsel Masih Blank Spot, Mayoritas di Daerah Ini

Penting pula, lanjut Sukma, latihan puasa ini didukung oleh keluarganya. Jadi kakak, sepupu, paman dan bibi juga turut menyemangati anak agar semakin termotivasi puasa.

"Secara manfaat, puasa akan memberikan dampak positif bagi anak. Pertama, mengatur pola tidur dan waktu beribadah. Kedua, mengasah empati atau kepedulian terhadap sesama," pungkas Sukma.

(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved