Yamaha Indonesia

Perkasanya Yamaha Lexi 125, Libas Ribuan Kilometer hingga ke Titik Nol Sape

kualitas Yamaha Lexi 125 ini telah diakui secara lebih luas, melalui penghargaan Best Medium Skutik 125cc yang diraihnya di ajang OTOMOTIF Award 2022.

Editor: Eka Dinayanti
Yamaha Indonesia
Komunitas Yamaha Lexi Club Indonesia (YLCI) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA – Yamaha Lexi 125 yang merupakan skutik dari keluarga Maxi Yamaha memang terkenal dengan desainnya yang stylish serta kaya akan fitur berkendara.

Sehingga tidak heran jika banyak orang yang kepincut membeli motor tersebut sebagai teman berkendara dalam mendukung kebutuhan mobilitas mereka.

Bahkan kualitas Yamaha Lexi 125 ini telah diakui secara lebih luas, melalui penghargaan Best Medium Skutik 125cc yang diraihnya di ajang OTOMOTIF Award 2022.

Namun siapa sangka dibalik karakter desain yang stylish tersebut, ternyata Yamaha Lexi 125 menyimpan potensi besar sebagai motor yang andal bagi para pegiat touring.

Komunitas Yamaha Lexi Club Indonesia (YLCI)
Komunitas Yamaha Lexi Club Indonesia (YLCI) (Yamaha Indonesia)

Hal tersebut setidaknya dibuktikan oleh Ervin Wijaya, Ketua Komunitas Yamaha Lexi Club Indonesia (YLCI) yang pada 15 Maret 2022 lalu melakukan perjalanan touring jarak jauh dari Pekalongan menuju Tugu Bikers, di Titik 0 Kilometer Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bukan tanpa alasan, perjalanan touring yang memakan waktu selama 10 hari dengan jarak tempuh sejauh 3.500 kilometer tersebut dilakukan Ervin dan kedua temannya dengan mengemban beberapa misi.

Mulai dari ingin ikut berpartisipasi meramaikan kegiatan MotoGP seri Mandalika di Lombok, mempromosikan Kota Sumbawa sebagai daerah yang berpotensi menjadi destinasi pariwisata kelas dunia, hingga bersilahturahmi dengan sesama biker YLCI dan MAXi Yamaha di daerah menjelang bulan puasa.

Komunitas Yamaha Lexi Club Indonesia (YLCI)
Komunitas Yamaha Lexi Club Indonesia (YLCI) (Yamaha Indonesia)

“Touring menuju ke Titik 0 Kilometer Sape di Bima Nusa Tenggara Barat ini menjadi bukti kontribusi aktif kami sebagai komunitas MAXi Yamaha yang ikut berpartisipasi mendukung program pemerintah dalam hal mempromosikan destinasi wisata dalam negeri, seperti ajang MotoGP di Mandalika dan keindahan alam Sumbawa yang menawan. Selain itu, touring ini juga menjadi momen untuk bersilahturahmi dengan sesama anggota komunitas sembari menujukan besarnya eksistensi dan kekompakan biker MAXi Yamaha yang tersebar hingga ke pelosok negeri,” terang Ervin.

Selama menempuh perjalanan jauh tersebut, bukan berarti Ervin tidak menemui kendala sama sekali.
Pria asal Pekalongan tersebut menceritakan betapa sulitnya melakukan perjalanan menuju ke titik 0 Kilometer di Sape, terutama saat melintasi jalan nasional dari Kota Sumbawa Besar menuju Dompu.

Pasalnya, jalanan di wilayah tersebut banyak didominasi jalan menanjak yang membelah bukit dan hutan, serta masih minim stasiun pengisian bahan bakar dan juga penerangan jalan.

Namun dengan adanya bantuan dari teman-teman komunitas lokal MAXi Yamaha yang ada di wilayah Dompu serta berbagai fitur berkendara yang dimiliki Yamaha Lexi 125, Ervin beserta kedua temannya sukses menjalankan misi touring ini hingga kembali ke Jakarta.

Komunitas Yamaha Lexi Club Indonesia (YLCI)
Komunitas Yamaha Lexi Club Indonesia (YLCI) (Yamaha Indonesia)

“Perjalanan kali ini sungguh berkesan buat saya karena banyak sekali kendala dan tantangan yang cukup membuat kami semua terpacu adrenalinnya. Terutama saat melintas tengah malam di wilayah Sumbawa menuju Dompu, itu kita di tengah hutan gelap sekali. Untungnya Lexi lampunya sudah LED jadi penerangannya sangat membantu. Kemudian riding selama 4 jam disana tidak ketemu pom bensin satu pun. Bersyukurnya Lexi punya tangki bensin yang lumayan besar dan mesin Blue Core ini juga membantu keiritan, jadi masih bisa selamat sampai ketemu pom bensin eceran di wilayah pinggiran kota Dompu,” jelas Ervin.

Selain memuji soal keiritan mesin Blue Core 125 yang dimiliki oleh Yamaha Lexi 125, Ervin juga mengagumi performanya.

Karena sepanjang perjalanan dari Pekalongan menuju Bima, Ervin membawa box touring seberat 15kg yang terpasang di kedua sisi body motor dan hebatnya motor masih mampu melibas jalanan NTB yang banyak didominasi tanjakan serta tikungan tanpa ada kendala sama sekali, termasuk bertahan di suhu udara yang cukup panas. (aol)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved