Liga 1

3 Klub Liga 1 Terseret Investasi Bodong Viral Blast Global, Polri : Persija, Madura Utd & PSS Sleman

Bareskrim Polri Periksa 3 Klub Liga 1 yang Terseret Investasi Bodong Robot Trading Viral Blast Global. Ada Persija Jakarta, PSS Sleman & Madura United

Editor: Rendy Nicko
OJK untuk BPost
Ilustrasi Robot Trading Forex ilegal. Bareskrim Polri Periksa 3 Klub Liga 1 yang Terseret Investasi Bodong Robot Trading Viral Blast Global. Ada Persija Jakarta, PSS Sleman & Madura United 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ada 3 klub Liga 1 yang diperiksa Bareskrim Polri karena terkait investasi bodong robot trading Viral Blast Global. Ada Persija Jakarta, Madura United dan PSS Sleman.

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri telah memeriksa sejumlah klub sepakbola terkait kasus investasi bodong robot trading Viral Blast Global.

Total, terdapat tiga klub yang telah diperiksa oleh penyidik terkait dugaan kasus investasi bodong robot trading Viral Blast Global. Yakni PSS Sleman, Persija Jakarta dan Madura United/

Kasubdit III Dirtipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Robertus Yohanes De Deo Tresna Eka Trimana menyampaikan pihak yang diperiksa diwakili oleh agen masing-masing ketiga klub tersebut.

Baca juga: 2 Nama Pengganti Mohammed Rashid di Persib Bandung Mencuat, Teddy Tjahjono Bereaksi

Baca juga: LIVE Streaming TV Online Barcelona vs Atletico U18 di IYC 2022 Jam 21.30 WIB, Siaran Langsung MNC TV

"Yang sudah dimintai keterangan Persija, PS Sleman & Madura United. Yang dimintai keterangan dari agen masing-masing klub," kata Robertus dalam keterangannya, Jumat (15/4/2022).

Robertus menerangkan bahwa materi pemeriksaan berkaitan dengan sponsorship ketiga klub tersebut dengan aplikasi investasi bodong robot trading Viral Blast.

"Materi pemeriksaan semua terkait sponsorship Viral Blast kepada masing-masing klub," pungkas dia.

Diberitakan sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri membongkar dugaan jaringan investasi bodong melalui aplikasi robot trading bernama Viral Blast Global.

Adapun total nilai investasi dalam aplikasi tersebut mencapai Rp1,2 triliun.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan menyampaikan bahwa total ada empat tersangka yang ditangkap oleh penyidik dalam kasus ini.

"Kami mendalami ada dugaan tindak pidana, undang-undang perdagangan dengan menggunakan skema pozi atau piramida. DIperkirakan membernya sudah mencapai 12.000 member dengan investasi sebesar Rp1,2 triliun," ujar Whisnu di Mabes Polri, Jakarta, Senin (21/2/2022).

Dijelaskan Whisnu, kasus ini mencuat dalam lantaran sejumlah member merasa dirugikan menduduki kantor aplikasi Viral Blast Global di Surabaya, Jawa Timur.

Mereka meminta pertanggungjawaban kepada pihak Viral Blast Global.

Whisnu menuturkan setidaknya masih terdapat satu tersangka yang dikejar pihak kepolisian.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Klub
    D
    M
    S
    K
    GM
    GK
    -/+
    P
    1
    Persib
    21
    14
    3
    4
    37
    25
    10
    45
    2
    Persija Jakarta
    22
    13
    5
    4
    31
    11
    13
    44
    3
    PSM Makasar
    22
    12
    8
    2
    39
    8
    22
    44
    4
    Madura United
    23
    11
    4
    8
    29
    14
    5
    37
    5
    Borneo
    21
    10
    6
    5
    38
    18
    15
    36
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved