News

Produk Kinder Joy Ditarik Sementara, Kepala BPOM Penny K Lukito Beri Penjelasan Ini

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sementara menarik produk Kinder Joy, Kepala BPOM Penny K Lukito jelaskan penyebabnya

Editor: Irfani Rahman
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K Lukito 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Produk coklat Kinder Joy saat ini untuk sementara ditarik oleh BPOM.

Penarikan ini dikarenakan imbas adanya penemuan bakteri salmonella pada produk serupa di sejumlah negara Eropa.

Meski begitu BPOM memastkan produk cokelat Kinder yang dilaporkan mengandung salmonella bukanlah yang berizin edar dari BPOM.

Produk tersebut merupakan produksi pabrik dari Belgia.

Sementara yang beredar di Indonesia merupakan produk yang berasal dari pabrik India.

"Badan POM akan menghentikan peredaran produk merek Kinder untuk sementara waktu, sampai dipastikan produk tersebut tidak mengandung cemaran bakteri Salmonella," tulis keterangan BPOM pada awal pekan lalu.

Baca juga: Biaya Haji 2022 Sebesar Rp 39,8 Juta, Para Jamaah 41 Hari di Tanah Suci dan Dapat 3 Kali Makan

Baca juga: Mau Mudik dengan Kapal Laut di Lebaran 2022, Bisa Beli Tiket Secara Online, Begini Cara & Syaratnya

Pada 2 April 2022, FSA Inggris menerbitkan peringatan publik terkait penarikan secara sukarela produk cokelat merek Kinder Surprise karena diduga terkontaminasi bakteri salmonella (non-thypoid) dengan gejala ringan yang ditimbulkan adalah diare, demam, dan kram perut.

Korban yang terdampak sebanyak 63 orang anak, namun tidak sampai menyebabkan kematian.

Saat ini BPOM sedang melakukan uji sampling produk untuk mengecek kepastian cemaran bakteri ini.

Kepala BPOM Penny K Lukito menuturkan, meski dampak pencemaran tersebut tidak sampai fatal atau meninggal, pihaknya merasa perlu menghentikan produk telur coklat itu dari pasaran tersebut, sebagai upaya melindungi konsumen anak-anak yang memiliki imunitas rendah.

"Namun tetap karena untuk anak yang daya tahan tubuhnya rendah, kami merasa perlu untuk sementara mengentikan kita melakukan pengujian," kata Penny ditemui dalam sela-sela kegiatan di Jakarta, Kamis (14/4/2022).

Lebih lanjut perempuan berhijab ini mengatakan, bakteri salmonella dapat menyebabkan masalah kesehatan pencernaan seperti diare.

"Ini sebenarnya adalah bakteri yang common ada saya kira di dalam waterborne disease juga ini termasuk. Jadi kita perlu berhati-hati jangan sampai ini menimbulkan korban," katanya

Baca juga: Mau Mudik Dengan Kereta Api, Saat Ini Sudah Bisa Pesan Tiket Via Online Lho, Begini Caranya

Baca juga: Syarat Arab Saudi Bagi Jamaah yang Bisa Berangkat Haji 2022, Salah Satunya Berusia di Bawah 65 Tahun

BPOM memastikan, produk coklat Kinder yang dilaporkan mengandung salmonella bukanlah yang berizin edar dari BPOM.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved