Kampusiana

Penguatan Digitalisasi Penjaminan Mutu UIN Antasari Banjarmasin, Rektor Beberkan Tiga Poin Penting

Rektor UIN Antasari Banjarmasin Prof Dr H Mujiburrahman, MA meyampaikan tiga poin penting terkait digitalisasi

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
Humas UIN Antasari Banjarmasin untuk Bpost
Rektor UIN Antasari Banjarmasin Prof Dr H Mujiburrahman, MA saat memberikan sambutan pada kegiatan penguatan digitalisai penjaminan mutu dilingkungan kampus, Senin (18/4/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin Prof Dr H Mujiburrahman, MA mengapresiasi kegiatan penguatan digitalisai penjaminan mutu dilingkungan kampus, yang dilaksanakan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) secara hybrid. 

Prof Mujiburrahman menegaskankan kegiatan tersebut sejalan dengan apa yang terdapat, dalam Renstra UIN Antasari dalam merespon perubahan zaman.

"Ada tiga hal paling tidak yang penting untuk kami lakukan dalam merespon perubahan zaman, era disrupsi, era revolusi industry ke 4 atau era digital ini dan itu sudah masuk Renstra kami, kata Rektor, Senin (18/04/2022).

Lebih lanjut, Ia menjelasakan dari tiga hal tersebut yang pertama ialah literasi digital sekaligus pemanfaatannya agar pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. 

Baca juga: Daftar Ulang SPAN PTKIN UIN Antasari Banjarmasin Dimulai Hari ini, Ini Persyaratan Wajib Dilengkapi

Baca juga: Hasil SPAN PTKIN UIN Antasari Banjarmasin Diumumkan, Peserta Lolos Bisa Daftar Ulang Lusa

"Kami punya program agar para mahasiswa dan dosen lebih memahami bagaimana memanfaatkan media ini dan pada saat yang sama juga mengerti modaratnya," ujarnya.

Kedua ialah reset/penelitian, Mujiburrahman mengatakan bahwa melakukan reset/penelitian perlu dilakukan untuk mendapatkan data yang akurat secara impiris agar dalam pembuatan kebijakan berbasis pada kenyataan.

"Yang sederhana misalnya evaluasi tentang efektivitas penggunaan media elektronik, baik itu pembelajaran maupun administratif, harus ada evaluasinya," ucap Rektor.

Ketiga ialah menciptakan konten yang bermanfaat, dimulai dari informasi yang disebarkan kepublik melalui media sosial hingga melalui website. 

"Kami juga sebaiknya menciptakan informasi-informasi digital yang mencerahkan masyarakat," jelas Mujiburrahman.

Tsunami Infomasi, begitu Mujiburrahman menyebutkan bahwa infomasi yang tersebar secara digital saat ini seperti tsunami yang membawa air dan sampah, maka sebagai perguruan tinggi yang mempunyai kewajiban terkait pengabdian kepada masyarakat untuk menciptakan dan menyebarkan luaskan konten-konten yang bermanfaat.

Dalam kegiatan yang berertempat di Aula Zafry Zamzam Rektorat lantai 3 dan menghadirkan Mukhamad Andri Setiawan, S.T., M.S.SC., P.H.D (Kepala Badan Sistem Informasi UII), Kholid Haryono, S.T., M.Kom, (Kepala Bidang Perencanaan Badan Sistem Informasi UII).

Baca juga: SPAN PTKIN 2022, UIN Antasari Banjarmasin Sediakan Kuota 25 Persen Dari Total PMB Kampus 

Hari Setiaji, S.Kom., M.Eng. (Kepala Bidang Pengembangan Badan Sistem Informasi UII) dan Ari Sujarwo, S.Kom., M.I.T. ( Kepala Bidang Operasi Badan Sistem Informasi UII).

Mujiburahman berharap melalui kegiatan ini bisa belajar dan mengembangkan digitalisasi penjaminan mutu di UIN Antasari, sehingga UIN Antasari semakin maju dan berkualitas.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved