Berita Tanahlaut

Toko Penjual Elpiji Melon Lampaui HET Diganjar Denda, Satpol PP Tala Terus Lakukan Penertiban

Distribusi dan peredaran elpiji melon terus dipantau oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Tanahlaut (Tala).

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
SATPOL PP DAN DAMKAR TALA
Suasana sidang tipiring penjualan elpiji melon di PN Pelaihari, Rabu (20/4) siang. Terdakwa divonis denda sebesar Rp 2 juta. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Distribusi dan peredaran liquified petroleum gas (LPG) kemasan tiga kilogram (elpiji melon) terus dipantau oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Itu menyusul masih adanya harga elpiji subsidi untuk masyarakat miskin tersebut yang tak sesuai harga eceran tertinggi (HET) di kios/toko atau warung.

Kadang harganya hingga mencapai Rp 25-30 ribu per tabung, padahal HET elpiji melon di Tala hanya Rp 19 ribu.

Sesuai ketentuan, penjualan elpiji melon kepada masyarakat yang berhak pun hanya di pangkalan.

Baca juga: Berkunjung Lampaui Jam Malam, Satpol PP Tanahlaut Amankan Sepasang Kekasih

Baca juga: Bulan Depan Kabupaten Tanahlaut Mulai Masifkan Imunisasi Anak

Karena itu, kembali bermunculannya elpiji melon di warung/toko juga terus diselidiki oleh Satpol PP Tala.

"Terpenting bagi kami warga kecil adalah harganya jangan sampai mahal, kalau Rp 20 ribu setabung ya masih wajar lah karena sekarang nyari angsulan Rp 1.000 juga susah," ucap Arpani, warga Pelaihari, Kamis (21/4/2022).

Menurutnya keberadaan warung-warung yang menjual elpiji melon juga membantu mempermudah masyarakat mendapatkan energi kebutuhan pokok itu.

Pasalnya sebagian warga jauh dari pangkalan, sedangkan jika warung hampir selalu ada di sekitar permukiman.
"Asalkan harganya itu tadi, jangan mahal," tandasnya.

Kepala Satpol PP dan Damkar Tala H Muhammad Kusri menegaskan pihaknya akan terus bergerak melakukan penertiban penjualan elpiji melon yang tak sesuai aturan.

Terutama dalam hal harga yang melampaui HET.

Dikatakannya, pemilik toko di Desa Damit Kecamatan Batuampar yang tertangkap tangan menjual elpiji melon melampaui HET pada 15 April 2022 lalu, telah dijatuhi ganjaran hukum.

Sidang tindak pidana ringan (tipiring) tersebut digelar di Pengadilan Negeri Pelaihari, Rabu kemarin.
Penyidik Satpol PP Tala yang menghadiri sidang itu yakni Masaninor.

Baca juga: Tingkatkan Capaian Vaksinasi, Binda Kalsel Sasar Jemaah Masjid Al Mujahidin Banjarmasin

Baca juga: Razia di Rutan Marabahan Kabupaten Barito Kuala, Petugas Temukan Sejumlah Barang Terlarang

Pada sidang itu, terdakwa berinisial R dinyatakan terbukti melanggar Peraturan Bupati Tanah Laut Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pengendalian dan Pengawasan Distribusi LPG 3 Kilogram Bersubsidi.

Pasal yang dilanggar yakni pasal 22 ayat 10 yang berbunyi tiap orang atau badan yang tanpa hak dilarang menyalurkan elpiji tabung 3 kilogram bersubsidi kepada masyarakat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved