Idul Fitri 2022

Beda 1 Ramadhan 1443 H Namun Idul Fitri 2022 Bakal Bersamaan, Ini Penjelasan BRIN

Walaupun beda dalam penetapan 1 Ramadhan 1443 H, namun untuk lebaran Idul Fitri 2022 diprediksi bakal bersamaan.

Editor: M.Risman Noor
Diskominfo Pemkab HSU
Suasana shalat Idhul Fitri di Mesjid Raya At Taqwa Amuntai, Kamis (13/05/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Walaupun beda dalam penetapan 1 Ramadhan 1443 H, namun untuk lebaran Idul Fitri 2022 diprediksi bakal bersamaan.

Besar kemungkinan Idul Fitri 2022 akan berbarengan baik PP Muhammadiyah maupun Nahdlatul Ulama.

Badan Riset dan Inovasi Nasional ( BRIN) memprediksi 1 Syawal 1443 H atau Idul Fitri 1443 H/2022 M akan jatuh pada Senin, 2 Mei 2022 mendatang.

PP Muhammadiyah sudah tegas menetapkan untuk Idul Fitri 1443 H jatuh pada tanggal 2 Mei 2022.

Prediksi akan Idul Fitri bareng disampaikan oleh ahli astronomi dan astrofisika Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional ( BRIN) Thomas Djamaluddin.

Prediksi yang diutarakan Thomas tersebut sama dengan Muhammadiyah yang sebelumnya telah menetapkan 1 Syawal 1443 H jatuh pada Senin, 2 Mei 2022.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Minggu 24 April 2022, BMKG Prediksi Kalsel Diguyur Hujan dan Angin Kencang

Baca juga: Hukum Itikaf di Masjid Memasuki Akhir Ramadhan 2022, Berikut Penjelesan Buya Yahya

Posisi bulan pada 29 Ramadhan 1443 H atau 1 Mei 2022 di wilayah Indonesia sudah berada pada batas kriteria baru MABIMS, yaitu tingginya di atas 3 derajat dan elongasi sekitar 6,4 derajat.

“Secara hisab, posisi bulan pada saat maghrib 1 Mei 2022 di wilayah Sumatera bagian utara dekat dengan batas kriteria elongasi 6,4 derajat,” ujar Thomas, dikutip dari Kompas.com, Kamis (21/4/2022).

Hisab kontemporer yang dilakukan Ibnu Zaid Abdo el-Moied juga menunjukkan beberapa wilayah di Sumatera sudah memenuhi kriteria elongasi 6,4 derajat dari MABIMS.

Pada 1 Mei 2022, sebagian wilayah Indonesia saat Maghrib juga berkemungkinan untuk dapat melihat hilal menggunakan alat optik seperti binokuler atau teleskop.

Masih ada potensi berbeda

Thomas mengatakan, masih terdapat potensi terjadinya perbedaan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri antara pemerintah dan Muhammadiyah.

Hal itu dikarenakan Indonesia berada pada batas kriteria imkan rukyat atau visibilitas hilal Odeh yang secara astronomi hilal diperkirakan sangat sulit diamati.

Apalagi pada masa pancaroba saat ini, potensi mendung dan hujan mungkin terjadi di lokasi rukyat. Jadi ada potensi laporan rukyat menyatakan hilal tidak terlihat,” ungkapnya.

Petugas lembaga Falakiyah pondok pesantren Al-Hidayah Basmol, melakukan pemantauan hilal di atas masjid Al-Musariin di Jalan Al Hidayah Basmol, Jakarta Barat, Kamis (23/4/2020).
Petugas lembaga Falakiyah pondok pesantren Al-Hidayah Basmol, melakukan pemantauan hilal di atas masjid Al-Musariin di Jalan Al Hidayah Basmol, Jakarta Barat, Kamis (23/4/2020). (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved