Berita Tanahlaut

Meski Tak Produksi Selama Ramadhan, Pelaku UMKM di Tanahlaut Ini Tetap Berbagi Rezeki pada Reseller

Saikun, Pelaku UMKM di Tanahlaut tidak produksi selama ramadhan 2022. Meski begitu, produsen getuk ini tetap berbagi

Penulis: Idda Royani | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/Idda Royani
AKRAB - Saikun (kaus merah) berbincang dengan Kadisnakerind Tala Masturi (kiri) dan Kades Tirtajaya Bambang Subagio  di kediamannya, Selasa (26/4/2022) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sebagian pelaku UMKMl libur total atau tak berproduksi selama bulan suci Ramadhan 2022. Meski begitu mereka tetap memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama.

Saikun misalnya. Warga Desa Tirtajaya, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), ini libur total pada Ramadhan 1443 hijriyah saat ini. Ia memanfaatkan bulan suci ini untuk beristirahat setelah selama sebelas bulan sibuk mengurusi usahanya.

Bapak satu anak ini adalah pelaku usaha kecil yang memproduksi getuk, kue tradisional khas Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Ia menjalankan usaha itu bersama istri dibantu seorang anaknya.

Baca juga: Genjot Pemulihan Ekonomi Sektor UMKM, Kanwil Kemenkumham Kalsel : Perseroan Perorangan Jadi Kunci

Baca juga: Lakukan Pendataan Koperasi dan UMKM, Diskopdag Tanah Laut Rekrut Puluhan Tenaga Anumerator

Meski tak berproduksi selama Ramadhan, namun Saikun tetap berbagi.

Ia memberikan bingkisan sederhana kepada para reseller atau pedagang penjual getuknya. Hal ini ia lakukan sejak empat tahun lalu.

Lumayan banyak reseller getuk produksi Saikun. "Ada 103 orang jumlahnya. Semuanya sudah saya berikan bingkisan berupa bahan pangan. Paling banyak berupa minyak goreng dan susu, karena rata-rata inginnya itu," tutur Saikin, Selasa (26/4/2022).

Bingkisan itu ia berikan beberapa hari yang lalu di pasar subuh Pelaihari di kawasan Jalan Kemakmuran, Pelaihari. "Langsung saya berikan setangan. Kalau pas orangnya tak ada karena sedang belanja bahan, saya gantungkan di sepeda motornya," sebut Saikun.

Ia mengaku merasa perlu untuk berbagi kepada para pedagang keliling yang turut menjualkan getuknya. "Tanpa mereka, usaha saha tentu juga tidak akan berjalan lancar. Karena itu saya sedikit berbagi kepada mereka," tandasnya.

Kepedulian sosial Saikun tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Tala.

Secara khusus Kepala Disnakerind Tala Masturi bertandang ke kediaman Saikun, siang tadi, bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pelaihari Desmon dan Kades Tiryajaya Bambang Subagio.

"Apa yang dilakukan Pak Saikun merupakan contoh yang sangat luar biasa. Meski sebagai pelaku usaha kecil tidak punya kewajiban memberikan THR, tapi beliau melakukannya walau wujudnya berupa barang," ucap Masturi.

Baca juga: KalselPedia : Bobby Muttaqin Pelaku UMKM Makanan Cokelat di Banjarbaru, Padukan Pasak Bumi & Cokelat

Menurutnya, kalangan perusahaan patut meneladani kepedulian yang dilakukan oleh seorang Saikun. Apalagi sesuai perundang-undangan, perusahaan wajib memberikan THR kepada karyawan.

"Saya mengimbau bagi perusahaan yang belum menyalurkan THR, segera tuntaskan. Sesuai ketentuan, paling lambat satu minggu sebelum lebaran dan nilainya satu kali gaji," tandas Masturi didampingi Kabid Hubungan Industrial dan Jamsostek Wiyanti Melansari.

(banjarmasinpost.co.id/idda royani)

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved