Ekonomi dan Bisnis

Surat Gubernur Kalsel Terkait Harga Sawit Segera Dibuat, Cegah Perusahaan Beli Murah dari Pekebun

Gubernur Kalsel akan minta bupati dan walikota supaya mengimbau perusahaan sawit tidak membeli andan Buah Segar (TBS) pekebun secara sepihak.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ROY
Petani kelapa sawit di Desa Ujungbatu, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan,Selasa (4/1/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Gubernur Kalimantan Selatan menjadi salah satu dari 21 kepala daerah di Indonesia yang diminta untuk segera mengirimkan surat kepada wali kota dan bupati terkait sawit.

Utamanya mengenai perusahaan sawit di daerah masing-masing agar tidak menetapkan harga beli Tandan Buah Segar (TBS) pekebun secara sepihak (diluar harga beli dari Tim Penetapan Harga TBS Tingkat Provinsi).

Surat edaran yang diterbitkan pada 25 April 2022 ini terdapat tiga poin penting.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (DIsbunnak) Kalsel, Suparmi, Selasa (26/4/2022), mengatakan, pemprov akan segera menindaklanjuti surat tersebut .

"Gubernur ke bupati dan wali kota akan mengimbau perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk membeli Tandan Buah Segar pekebun sesuai dengan harga yang ditetapkan Tim Penetapan Harga TBS Tingkat Provinsi setiap bulannya," beber dia.

Baca juga: Diselesaikan Via Restorative Justice, Dua Terdakwa Penadahan di Kalsel Lepas dari Tuntutan

Baca juga: Pria Tewas Saat Pasang Kanopi di Jalan Sultan Adam Banjarmasin, Diduga Tersetrum

Sedangkan Disbunnak Kalsel sudah berkomunikasi dengan GAPKI agar tak ada perusahaan yang membeli dengan harga sepihak. 

"Untuk Kalsel, kami juga masih minta jika ada laporan perusahaan yang membeli dengan harga sepihak atau tidak sesuai dengan harga yang sudah ditetapkan, sekarang kami masih pengumpulan data," urainya.

Meski begitu, kata Suparmi, selama ini di Kalsel perusahaan sawit selalu patuh dengan aturan yang ada. Pihaknyatak mengedepankan sanksi, melainkan komunikasi aktif.

"Harga tandan buah segar yang diberikan kepada pekebun agar berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian nomor 1 tahun 2018 tentang pedoman penetapan harga pembelian tandan buah segar kelapa sawit produksi pekebun dan peraturan Gubernur Kalimantan Selatan nomor 3 tahun 2020 tentang tata cara penetapan harga pembelian tandan buah segar kelapa sawit produksi pekebun mitra," bebernya.

Sebelumnya, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, mengeluarkan surat edaran kepada pabrik sawit supaya tidak melakukan penurunan Harga sawit secara sepihak.

Baca juga: Jelang Idul Fitri 2022, Pembeli Beras Zakat Fitrah di HST Kalsel Meningkat

Baca juga: BMKG Rilis Prakiraan Cuaca 27 April 2022, Banjarmasin Diprediksi Berawan dan Hujan Ringan

Dalam surat edaran yang pertama, berdasarkan laporan dari beberapa dinas, serta petugas penilai usaha perkebunan (PUP) dari berbagai provinsi, terdapat penurunan harga sepihak sebesar Rp 300-Rp 1.400 per kg.

Dalam surat tersebut menerangkan penurunan sepihak terdapat potensi melanggar ketentuan Tim Penetapan Harga Pembelian TBS Perkebunan yang diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan).

Poin kedua, diterangkan, minyak mentah atau Crude Palm Oil (CPO) tidak termasuk ke dalam produk sawit yang dilarang ekspor.

Pelarangan ekspor hanya diterapkan kepada RBD Olein (tiga pos tarif) (a) 1511.90.36 (RBD Palm Olein dalam kemasan berat bersih tidak melebihi 25kg (b) 1511.90.37 (lain-lain, dengan nilai lodine 55 atau lebih tetapi kurang dari 60) dan (c) 1511.90.38 (lain-lain).

Poin ketiga, mencegah penurunan harga TBS secara sepihak oleh pabrik sawit, maka Gubernur diminta segera membuat surat edaran dan memberi peringatan atau sanksi kepada perusahaanyang melanggar ketentuan.

seorang buruh saat memanen buah sawit di area perkebunan PT KAP
Seorang buruh saat memanen buah sawit. (banjarmasinpost.co.id/stan)

Kalimantan Selatan menjadi salah satu daerah di Indonesia penghasil minyak sawit nomor lima terbesar,  berdasarkan buku Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2019-2021 yang diterbitkan Kementerian Pertanian.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved