Berita Tanahlaut

Kepesertaan Pekerja Informal Rendah pada BPJS Naker, Bupati Tala Surati Perusahaan Harapkan Hal Ini

Pekerja informal di Tala, terus bertumbuhkembang, namun sebagian besar belum terlindungi karena belum masuk program BPJS Ketenagakerjaan.

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
disnakerind tala
KEPALA Disnakerind Tala Masturi (kiri) berbincang dengan pimpinan PT Dharma Henwa membahas peran perusahaan dalam kepesertaan pekerja informal di sekitar perusahaan, Senin (25_4) sore. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pekerja informal di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), terus bertumbuhkembang.

Namun sebagian besar aktivitas mereka belum terlindungi karena belum masuk dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Informasi diperoleh, Rabu (27/4/2022), pekerja informal di Tala jumlahnya lumayan banyak sekitar 178 ribu.

Mereka bergerak pada beragam jenis kegiatan/usaha, seperti pedagang pentol, penjual sayuran, pedagang makanan, penjual jamu, dan lainnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Tala Masturi mengatakan kepesertaan pekerja informal di Tala pada BPJS Ketenagakerjaan masih rendah.

Bahkan termasuk yang terendah.

Baca juga: Meski Tak Produksi Selama Ramadhan, Pelaku UMKM di Tanahlaut Ini Tetap Berbagi Rezeki pada Reseller

Baca juga: Tanam Cabai Besar, Petani di Kabupaten Tanahlaut Ini Raup Puluhan Juta Sekali Panen

Karena itu pemerintah daerah berupaya merangkul kalangan perusahaan untuk membantu pekerja informal di sekitar wilayah masing-masing menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Setidaknya membantu pada jangka waktu tertentu misalnya setahun atau enam bulan.

Selanjutnya diharapkan pekerja informal tersebut dapat melanjutkan secara mandiri kepesertaan BPJS Ketenagakerjaannya.

Kepesertaan tersebut penting agar pekerja informal mendapatkan dua jenis perlindungan yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

"Dalam hal ini partisipasi kalangan perusahaan sangat penting. Soalnya, kalau mereka sendiri yang diminta mengawali menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, umumnya enggan," sebut Masturi.

Lebih lanjut ia mengatakan Bupati Tala telah melayangkan surat seluruh pimpinan perusahaan yang ada di Tala.

Surat tersebut tertanggal 22 April 2022 bernomor 560/319 /DTKP/HIJSTK-PJSTK/2022 perihal imbauan partisipasi dalam BPJS Ketenagakerjaan kepesertaan pekerja informal di sekitar perusahaan.

Baca juga: Capaian Vaksinasi Dosis Kedua di Kabupaten Barito Kuala Bukukan 69 Persen

Baca juga: Belanja Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dari Pelaku UMKM Mencapai Rp 1,3 Triliun

Berikut isi suratnya:

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved