Berita Kaltim

Tahanan Polres Kubar Kaltim Meninggal Dunia Diduga Dianiaya, Begini Penjelasan Kapolres

Tak terima suaminya meninggal saat menjalani masa tahanan di Polres Kutai Barat, Istri almarhum Hendrikus Pratama, yakni Veni membuat laporan polisi

Editor: Hari Widodo
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL MARSYAFI
Kapolres Kutai Barat AKBP Sonny Henrico Parsaulian memberikan keterangan terkait meninggalnya salah satu tahanan, Kamis (28/4/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SENDAWAR – Tak terima suaminya meninggal saat menjalani masa tahanan di Polres Kutai Barat, Istri almarhum Hendrikus Pratama, yakni Veni membuat laporan polisi terkait peristiwa tersebut.

Veni dan keluarga curiga ada tindak penganiayaan yang mengakibatkan korban sehingga meninggal dunia.

Henrikus Pratama (41) yang merupakan warga Kampung Ngenyan Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Kutai Barat mengaku t  ditahan karena kasus penyalahgunaan BBM.

Laporan Veni tersebut kemudian ditangani oleh Polres Kutai Barat sendiri.

Baca juga: Meninggal Kecelakaan Tunggal, Pengendara Motor Ini Tabrak Lubang di Jalan Gubernur Soebardjo Kalsel

Baca juga: Terpeleset Saat Mandi di Sungai, Bocah di Pelambuan Banjarmasin Tenggelam dan Meninggal

Kapolres Kubar, AKBP Sonny Henrico Parsaulian Sirait menjelaskan, Hendrikus (Alm) merupakan tahanan Polres Kutai Barat, terkait tindak pidana penyalahgunaan BBM yang terjadi pada Sabtu (9/4/2022) lalu sekitar pukul 11:00 WITA.

Dan setelah menjalani masa tahanan selama dua hari, Hendrikus mengalami sakit dan kemudian dibawa ke RS.

Dan setelah ditangani di RS. Harapan Insan Sendawar (HIS). Veni yang merupakan istri almarhum tersebut membuat surat penangguhan penanganan.

Setelah itu penangguhan penanganan disetujui oleh Polres pada 13 April 2022 dan dibawa oleh keluarga ke rumah. 

"Setelah penangguhan di rumah selama 11 hari tiba-tiba pihak keluarga menyatakan mengalami musibah, disampaikan Hendrikus meninggal dunia pada tanggal 24 April," katanya saat pers rilis di Mapolres Kubar, Rabu (27/4/2022) malam.

Dibeberkannya, pada 25 April, istri korban membuat laporan polisi tentang penganiayaan terhadap Hendrikus dan memutuskan bahwa jenazahnya harus dilakukan autopsi.

Menindaklanjuti hal tersebut Polres Kutai Barat memproses dan memfasilitasi untuk dilakukan autopsi dengan menyediakan transportasi.

Akomodasi serta biaya rumah sakit dengan juga mengikutsertakan anggota identifikasi kesatuan dengan salah satu keluarga almarhum untuk melihat berjalannya autopsi dengan baik dan benar dilakukannya autopsi.

"Terkait laporan penganiayaan tersebut telah ditangani dan diproses. Dan siapapun yang melakukan penganiayaan tersebut maka tetap akan diproses secara hukum," tuturnya.

Sementara yang telah dilakukan, yakni Propam telah memeriksa 25 saksi yaitu para tahanan dan anggota yang piket pada saat itu, serta apabila anggota yang piket lalai maka akan dilakukan tindakan/aturan.

"Misalkan anggota pada saat menjaga sel tahanan tersebut lalai tidak mengetahui keadaan yang terjadi di dalam sel. Maka akan tetap diproses sidang disiplin sesuai dengan porsinya masing-masing. Dan untuk yang melakukan penganiayaan terhadap korban tetap akan kita proses," ujarnya.

Baca juga: Tenggelam di Perairan Pulau Babi Kaltim, Pemancing Ditemukan Tim Basarnas Dalam Kondisi Meninggal

Dia mengatakan, tersangka penganiayaan memang belum diketahui dan masih dalam proses penyidikan.

"Dalam kasus ini masih kami dalami dari hasil autopsi baru bisa mengambil langkah. Yang mana menunggu hasil autopsi yang akan keluar 2 minggu lagi setelah tanggal 25 Mei mendatang," katanya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunkalteng.com dengan judul Diduga Dianiaya Tahanan Polres Kubar Meninggal Dunia, Keluarga Korban Tak Terima & Laporan Polisi

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved