Berita Banjarmasin

Jajaran Dinkes Kota Banjarmasin Mulai Waspada Hepatitis Akut Misterius

Jajaran Dinkes Kota Banjarmasin waaspadi hepatitis akut agar tidak menyerang warganya dengan cara menggencarkan promosi vaksinasi Hepatitis B.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
ILUSTRASI - Pemberian vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster untuk warga lansia di Puskesmas Cempaka, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (13/1/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah Kota Banjarmasin, khususnya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), kini sedang mewaspadai dugaan serangan hepatitis akut.

Diketahui, kemunculan penyakit hepatitis akut, telah dipublikasikan sebagai Kejadian Luar Biasa oleh WHO pada pertengahan April 2022.

Sedangkan jumlah orang yang terserang hepatitis akut ini terus bertambah. Tercatat sudah lebih dari 170 kasus dilaporkan, termasuk di Indonesia.

Di Indonesia sudah ada tiga pasien anak di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta dengan dugaan hepatitis akut akhirnya meninggal. Ketiga anak tersebut telah dirawat selama dua minggu, per 30 April 2022.

Menurut Kepala Dinkes Banjarmasin, M Ramadhan, Kementerian Kesehatan khususnya Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait ancaman penyakit hepatitis akut ini.

Baca juga: Tangkal Hepatitis Akut, Dinkes Kalsel Perketat Pintu Masuk Bandara dan Pelabuhan

"Sudah ada Surat Edaran Dirjen P2P Kemenkes tentang kewaspadaan terhadap penyakit hepatitis yang tidak diketahui penyebabnya ini," ujarnya, Selasa (3/5/2022).

Mengenai kasus hepatitis di Kota Banjarmasin, Ramadhan, membeberkan masih didominasi Hepatitis B.

Berdasarkan data di tahun 2021, lanjutnya, Hepatitis B ditemukan sekitar 53 kasus dari kisaran 700 kasus ibu hamil yang diperiksa.

Selanjutnya pada 2022, rincian kasus Hepatitis B reaktif pada Januari sebanyak 13 dari 677 sasaran yang diperiksa.

Pada Februari 2022 turun menjadi 7 kasus dari total 464 sasaran yang diperiksa. Sedangkan saat Maret 2022 ada 8 kasus dari 697 sasaran.

Baca juga: Ibu Rumah Tangga Tewas di Dapur, Polres Banjarbaru Himpun Keterangan Keluarga Korban

Baca juga: Serang 3 Orang dengan Belati, Satu Tewas, Pelaku Diburu Petugas Polres Tabalong Kalsel

"Jadi kalau untuk Hepatitis A, C, D dan E tidak ada kasus yang dilaporkan. Dan kalau dilihat dari data 3 bulan pertama di 2022 dan 3 bulan pertama di 2021, telah terjadi penurunan kasus reaktif yang dilaporkan dari sasaran periksa warga Kota Banjarmasin," katanya.

Terkait dengan munculnya ancaman hepatitis akut, Ramadhan pun menerangkan, berbagai upaya akan dilakukan untuk mengantisipasinya.

Misalnya saja dengan menggencarkan lagi promosi terkait dengan Hepatitis B, baik itu untuk usia neonatus, bayi dan balita hingga dewasa.

"Selain itu, kami juga akan menggalakkan upaya promosi terkait pencegahan faktor resiko penularan hepatitis yang salah satunya dengan meningkatkan kualitas gaya hidup, menghindari narkoba, seks bebas, dan meningkatkan hygiene dan daya tahan tubuh," katanya.

Dia menghimbau masyarakat agar bisa terhindar dari ancaman hepatitis akut ini.

Baca juga: Dozer Jatuh dari Kapal Tongkang di Perairan Tabanio Kalsel, 1 Operator  Menghilang

Baca juga: Pencuri Motor Mahasiswa di Pasar Rawasari Dibekuk Anggota Polsek Banjarmasin Tengah

"Mari, tingkatkan kesadaran akan vaksinasi Hepatitis B bagi bayi dan balita, serta dewasa, serta hindari gaya hidup tidak sehat seperti narkoba, merokok, asupan makanan tidak sehat dan juga seks bebas," pesannya.

( Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved