Hepatitis Akut

Apa Ada Hubungan Hepatitis Akut dengan Vaksin Covid-19 ? Simak Penjelasan Dokter RSCM

Benarkah ada hubungan antara vaksinasi Covid-19 dengan hepatitis akut? Simak penjelasan dokter RSCM, Dr dr Hanifah Oswari SpA(K).

Editor: M.Risman Noor
BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina, minta Dinkes melakukan upaya antisipasi kemunculan penyakit misterius hepatitis akut dan minta masyarakat tidak panik, Rabu (4/5/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kasus hepatitis akut kini mulai mewabah. Namun ada sebagian orang mengaitkan hepatitis akut dengan vaksin Covid-19.

Benarkah ada hubungan antara vaksinasi Covid-19 dengan hepatitis akut ramai dibicarakan saat ini?

Spesialis anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr dr Hanifah Oswari, SpA(K), menegaskan penyakit Hepatitis Akut yang melanda dunia, sama sekali tidak berhubungan dengan vaksinasi Covid-19.

"Itu tidak benar, karena kejadian Hepatitis Akut saat ini tidak ada dengan vaksin Covid-19. Memang ada berhubungan dengan virusnya, tapi itu pun belum diberikan informasi bahwa itu berhubungan secara langsung," kata dia dalam konferensi pers virtual, Kamis (5/5/2022).

Baca juga: Libur Lebaran 2022 di Tabalong, Objek Wisata Alam di Jaro, Muara Uya hingga Upau Dipadati Pengunjung

Baca juga: Amalan di Bulan Syawal 1443 H Dijelaskan Ustadz Adi Hidayat, Perbanyak Bersyukur dan Sedekah

Ia mengatakan, penyebab penyakit misterius ini masih diselidiki baik oleh pakar kesehatan dunia maupun Indonesia.

Diketahui, Hepatitis Akut ini bukan disebabkan oleh virus Hepatitis A, B, C, maupun E.

"Jadi virus-virus yang tadi kita sebutkan (Adenovirus) itu diduga karena masih mungkin itu kejadian yang bersamaan, tapi bukan sebagai penyebab langsungnya. karena itu menghubungkan virus Covid sendiri dengan penyakitnya sudah belum bisa ditentukan, apalagi dengan vaskin Covid-19. Berita seperti itu saya kira perlu diluruskan," jelas Dokter Hanifah.

Orangtua Wajib Waspada Bila Anak Alami Gejala Ini

Ia mengungkapkan, para orang tua harus waspada bahwa ada penyakit yang ada saat ini memang berbahaya.

"Jadi harus waspada diharapkan kita tidak mendapatkan anak-anak kita dalam kondisi berat, tapi kita mendapatkan pada kondisi awal yang memberi ruang untuk dokter menolong pasien lebih banyak," imbuhnya.

Dokter Hanifah memaparkan, gejala awalnya adalah gejala saluran cerna, seperti diare, mual, muntah, sakit perut dan demam ringan.

Ia pun berharap perlu bekerja sama antara pelayanan kesehatan dokter puskesmas untuk bisa menemukan gejala dini dan lebih cepat lagi memberikan pertolongan.

"Jangan menunggu sampai gejalanya sampai kuning, jangan menunggu gejalanya lebih berat. karena kalau lebih berat kita kehilangan momentum untuk bisa menolong lebih cepat. apalagi kalau sampai terjadi penurunan kesadaran ini akan membuat dokter hanya ada kesempatan menolongnya menjadi lebih sedikit lagi. Untuk menolong anak-anak tidak terkena sampai menimbulkan kematian," kata pakar kesehatan anak dari IDAI ini.

Ancaman penyakit hepatitis akut misterius mulai muncul di Indonesia, seiring dengan adanya tiga pasien anak di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta yang meninggal.

ilustrasi
ilustrasi (shutterstock)
Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved