Berita Regional

Lima Hari Menghilang, Kakek di Blitar Tewas Diapit Dua Ekor Biawak di Kebun Tebu

Kakek 66 tahun asal Dusun Krajan, Desa Sumberboto, Kecamatan Wonotirto, Blitar ditemukan tewas di kebun tebu bersama dua ekor biawak yang juga mati

Editor: Hari Widodo
TRIBUNJATIM.COM/IMAM TAUFIQ
Petugas saat olah TKP penemuan kakek di Blitar yang ditemukan dalam kondisi tewas bersama dua bangkai biawak, Minggu (8/5/2022) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BLITAR - Menghilang usai meninggalkan rumah tanpa pamit keluarga sejak Selasa (27/4/2022), keberadaan Sutrisno akhirnya terungkap.

Kakek 66 tahun asal Dusun Krajan, Desa Sumberboto, Kecamatan Wonotirto, Blitar ditemukan tewas ditengah-tengah kebun tebu milknya, Minggu (8/5/2022) siang.

Kakek 66 tahun itu diduga bunuh diri karena ditemukan tiga botol racun tiikus yang ada di dekat jasadnya.

Yang mengejutkan, di antara tubuh korban yang saat ditemukan terlentang itu diapit dua ekor Biawak. Anehnya, kedua Biawak itu juga mati seperti keracunan.

Baca juga: Tewas di Banjarmasin, Seorang Pria Bermandi Darah Tergeletak di Pinggir Jalan Gerilya Kelayan

Baca juga: Berwisata ke Air Panas Tanuhi HSS Kalsel, Bocah 9 Tahun Ini Tewas Tenggelam di Kolam Dewasa

Dugaannya, kedua biawak itu sempat mencicipi tubuh korban, yang sudah terkontaminasi racun itu, sehingga jadi penyebab kematian kedua hewan reptil tersebut.

Sebab, perut korban ditemukan terluka seperti bekas digerogoti hewan. 

"Kami belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Namun dugaaannya ya seperti itu (bunuh diri dengan menenggak racun tikus, yang bekas botolnya ditemukan di dekat maaayatt korban)," kata AKP Supriadi SH, Kapolsek Wonotirto.

Yang menemukan jasad korban itu adalah pencari pakan burung, Suwito (38), tetangga korban. itu ditemukan Minggu siang atau sekittar pukul 11.00 WIB.

 Saat itu, dia sedang berputar-putar di tegalan untuk mencari telur serangga buat pakan burung. Tanpa disadari, ia sampai ke lahan tebu milik korban yang seluas 2 hektare (Ha).

Begitu di TKP, ia kaget karena mencium bau bangkai yang menyengat hidungnya.

"Setelah dicari, akhirnya ditemukan kalau bau itu berasal dari bangkai dua biawak dan di dekatnya ada orang meninggal dunia," paparnya.

Heran dengan apa yang dilihatnya, Suwito mendekatinya. Tanpa disangkanya, ternyata pria yang tewas dengan kondisi tubuhnya terlentang di atas tanah itu dikenalnya.

Selain dikenali dari pakaiannya, seperti kaos, celana panjang dan sepatu, yang dikenakannya, wajah korban juga masih utuh.

"Namun, yang membuatnya kaget karena ada dua bangkai biawak di dekat mayat korban," ungkapnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved