Lifestyle

Satu-satunya Rescuer Perempuan di Unit Siaga SAR Tabalong, Ayu Puluhan Kali Lakukan Tugas Ini

Ayu Zubaidah menjadi satu-satunya rescuer perempuan yang sekarang bertugas di Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Tabalong

Penulis: Dony Usman | Editor: Hari Widodo
Istimewa
Menjadi seorang rescuer atau petugas penyelamat saat ini dilakoni, Ayu Zubaidah, yang sekarang bertugas di Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Tabalong, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin._ 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG-Menjadi seorang rescuer atau petugas penyelamat saat ini dilakoni, Ayu Zubaidah, yang sekarang bertugas di Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Tabalong, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin.

Perempuan kelahiran Kabupaten Tabalong 22 Agustus 1997 ini merupakan satu-satunya perempuan di Unit siaga SAR Tabalong setelah bergabung di Basarnas sejak tahun 2017.

"Pada tahun 2017 saya mendaftarkan diri sebagai honorer di Basarnas yang di tempatkan di Tabalong selama kurang lebih 4 tahun menjadi honorer di Basarnas. Tahun 2020 mendaftar penerimaan CPNS di Basarnas dan berhasil lulus dengan jabatan rescuer," katanya.

Selanjutnya, Desember 2021 dirinya berdinas di Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin sampai dengan Februari 2022. Lalu, Maret 2022 ditugaskan ke Unit Siaga SAR Tabalong hingga sampai sekarang.

Baca juga: Tenggelam di Perairan Pulau Babi Kaltim, Pemancing Ditemukan Tim Basarnas Dalam Kondisi Meninggal

Baca juga: Tim Basarnas Pakai Alat Sensor untuk Cari Korban di Reruntuhan Beton Toko Alfamart Gambut Kalsel

Selama bergabung di Basarnas dirinya sudah melaksanakan puluhan tugas Kondisi Membahayakan Manusia (KKM) seperti orang tenggelam dan orang hilang di hutan. 

"Tidak mudah menjadi seorang penyelamat Basarnas apalagi sebagai perempuan. Jumlah rescuer perempuan memang tidak terlalu banyak di Basarnas, tapi peran kami sangat penting. Kami bisa masuk sebagai penyelamat, staf humas, staf komunikasi itu juga sangat penting dalam operasi pencarian dan pertolongan,"bebernya.

Meski sebagai seorang perempuan, Ayu Zubaidah tidak merasa  lebih lemah dalam pekerjaan menjadi rescuer. Meskipun sering ada anggapan bahwa rescuer adalah pekerjaan laki-laki tapi dirinya membuktikan perempuan juga bisa. 

Menurut Ayu, semua pekerjaan sebagai rescuer bisa dikerjakan asal berkomitmen, fokus dan selalu disiplin. 

Baca juga: Pencarian Korban Tenggelam di  Martapura, Basarnas Gunakan Peralatan Canggih Terbaru Aqua Eye

Kepada perempuan-perempuan yang bekerja di Basarnas dirinya juga berpesan sebagai rescuer harus selalu benar-benar bertugas sebagai pencari dan penolong dan jangan sampai dianggap sebagai perempuan yang lemah.

"Saya berharap saya sendiri dan rescuer perempuan bisa memaksimalkan apa yang didalam diri kami,menunjukkan prestasi kerja,agar kami diakui bahwa kami memang bisa diandalkan. Avignam Jagad Samagram, Semoga Selamatlah Alam Semesta," ucapnya. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved