Berita Banjarbaru

Kepala Disbunnak Kalsel Sebut Masih Belum Ada Kasus Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Ternak

Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel turunkan tim periksa hewan ternak, masih tak ada menemukan kasus Penyakit Mulut dan Kuku.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BIRO ADPIM SETDAPROV KALSEL
Pemeriksaan ternak di Rumah Potong Hewan (RPH) Kabupten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memastikan nihil kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

Tim terpadu telah melakukan pengecekkan ke Rumah Potong Hewan (RPH) di Kalsel.

Mereka itu dari Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan ( Disbunnak Kalsel), Balai Veteriner Banjarbaru, Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Banjarmasin, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarbaru.

Kemudian juga dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin, dan Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Banjar 

"Kami bergerak cepat sebagaimana intruksi Bapak Gubernur. Kami turunkan tin terpadu dan mulai melakukan pelacakan di rumah potong hewan dan tempat-tempat pengumpul ternak sapi, kerbau dan kambing yang berada di wilayah Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar," kata Suparmi, Kepala Disbunnak Kalsel, , Rabu (11/5/2022).

Baca juga: Jadwal Sidang Pertama Terkait Sengketa Perpindahan Ibu Kota Provinsi Kalsel

Baca juga: Hanyut di Sungai Niwani Loksado HSS Kalsel, Bocah 8 Tahun Ditemukan Meninggal

Pada wilayah Kota Banjarbaru dilakukan pemantauan di 3 tempat pengumpul sapi dan 1 tempat pengumpul kambing. Sedangkan untuk wilayah Kabupan Banjar dilakukan di RPH Martapura dan 3 tempat pengumpul sapi.

Tim terpadu untuk Kota Banjarmasin juga melakukan pemantauan di RPH Basirih Banjarmasin dan 2 tempat pengumpul sapi dan satu tempat pengumpul kambing.

Dibeberkan Suparmi, tim terpadu melakukan pemeriksaan kesehatan pada hewan ternak yang ada dan pengambilan sampel, tracing pemasukan ternak dan distribusi ternak pada dua bulan terakhir.

Selain itu juga melakukan sosialisasi dan KIE pada staf RPH dan pemilik tempat pengumpul ternak terkait kewaspadaan Penyakit Mulut dan Kuku.

Tak itu saja, tim terpadu juga melakukan pengawasan di pintu masuk melalui jalur laut, dilakukan terhadap ternak angkutan di Kapal KM Dharma Rucitra I yang berasal dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Baca juga: Pencuri dan Penadah Kipas Kuningan Senilai Rp 11 Juta Diringkus Anggota Polres Kotabaru Kalsel

Baca juga: Banjir Pisang Talas di Pasar Barabai, Pedagang Jual hingga ke Kalteng dan Kaltim

Baca juga: Panduan Daftar KIP Kuliah 2022, Simak Syarat dan Besaran Bantuan Biaya yang Didapatkan

Hal itu dalam rangka kewaspadaan PMK di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan hasilnya nihil ada penyakit ternak yang berasal dari Propinsi Jawa Timur.

"Alhamdulilah, sampai hari ini belum kami temukan penyakit mulut dan kuku pada ternak. Semoga kewaspadaan kita ini benar-benar membuat hewan ternak di Kalsel bebas penyakit," harap Suparmi.

Pihak Disbunnak Kalsel akan terus melakukan upaya-upaya pencegahan dan pengendalian virus PMK pada hewan ternak ruminansia.

Antara lain, meningkatkan biosekuriti dan memperketat pengawasan lalu lintas ternak, mengingat banyaknya ternak yang berada di pengumpul ternak merupakan ternak yang berasal dari luar Kalsel.

Selain itu, Disbunnak Kalsel juga mengimbau pelaku usaha yang berkaitan dengan lalu lintas ternak agar selalu mematuhi peraturan.

Fasilitas Restriningbox yang tersedia di RPH Martapura.
Fasilitasdi Rumah Potong Hewan (RPH) Martapura di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. (banjarmasinpost.co.id/hari widodo)

Dan juga, melaksanakan tertib administrasi, serta melaporkan kepada petugas dinas yang melaksanakan fungsi kesehatan hewan, jika ditemukan ternak yang sakit. 

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved