Berita Batola

450 Hektare Padi Lokal di Batola Terserang Tungro, Distan TPH Sarankan Ini

Data terakhir Distan TPH Batola, ada 450 hektare luasan padi petani yang terserang tungro, mulai kondisi ringan hingga parah.

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri
Petani melakukan penyemprotan insektisida secara massal di lahan pertanian padi yang terserang tungro di Handil Ulis, Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Serangan virus tungro pada ratusan hektar padi di Barito Kuala terbilang pelik diatasi.

Menurut data terakhir dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Batola, setidaknya ada 450 hektare luasan padi petani yang terserang tungro, mulai kondisi ringan hingga tergolong parah.

Disampaikan Murniati, Kepala Distan TPH Batola, kalkulasi jumlah ini kurang lebih setara dengan 07 persen lahan pertanian di Batola, dari luasan total 65.000 hektare.

"Jadi untuk se-Batola keseluruhan itu masih kecil. Karena di bawah 1 persen dan belum tergolong puso atau gagal panen, namun bagi individu petani pasti sedikit dirugikan," terang Murniati, beberapa waktu lalu.

Dalam mengatasi hal ini, pihaknya juga telah memaksimalkan perangkatnya di lapangan, seperti para penyuluh dan adanya penyemprotan secara massal.

Baca juga: TMMD ke-113 Kodim 1005/Batola di Karang Mekar, Prajurit Gotong Royong Dirikan WC Umum

Baca juga: Jelang Keberangkatan Haji 2022, 78 Calhaj Batola Tes Kebugaran di Lapangan 5 Desember Marabahan

Namun lanjut Murniati, lagi-lagi pihaknya juga kewalahan karena keterbatasan SDM jika harus mendatangi secara personal di tingkat petani.

Maksimal, satu penyuluh bisa menghandle satu Kelompok Tani.

"Untuk yang terserang parah, kita juga sudah sarankan petani untuk mengganti jenis varietas. Seperti menggunakan bibit unggul. Namun kebanyakan mereka enggan melakukan," ucapnya.

Hal ini berkenaan dengan alasan petani yang menganggap varietas lokal seperti siam adalah pamakan (konsumsi) mereka.

Di samping itu, harga jual padi lokal juga lebih bernilai ekonomis di pasaran.

Padahal, jika saja mau mengganti dengan bibit unggul pihak pertanian juga bersedia memberikan bibit gratis, pestisida, hingga pupuk untuk melengkapi.

Adapun untuk serangan yang ringan dan sedang bisa dilakukan penyemprotan insektisida dan pemberian pupuk organik cair sebagai nutrisi tumbuh kembangnya tanaman padi.

Baca juga: Berenang di Arus Deras, Dua Pekerja Irigasi Batulicin di Mekarsari Tanahbumbu Diduga Tenggelam

Baca juga: Jalan Dekat Jembatan Gambah Tabalong Longsor, Mobil tak Bisa Lewat Berpapasan

Sementara itu, Murniati juga mengharapkan adanya pola komunikasi interaktif dari petani kepada penyuluh di lapangan terkait pengendalian (Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) ini.

"Harusnya antara petani dengan petugas balai penyuluh itu seperti orang yang sakit, kan ketika sakit mereka datang ke Puskesmas. Dalam hal ini petani juga bisa datang dan konsultasi ke penyuluh di kesempatan yang ada. Tidak semuanya harus menunggu penyuluh datang ke petani," analogi Murniati.

Dari informasi yang dihimpun Bpost Jumat (13/5/2022), sejumlah daerah di Kabupaten Barito Kuala memang tengah diserang tungro melalui vektor wereng hijau dan cokelat, seperti di Kecamatan Tabukan, Mekarsari, Cerbon, Anjir Muara hingga Anjir Pasar.

( Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

  • Berita Terkait :#Berita Batola
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved