Berita Kabupaten Banjar
Pemerintah Desa Sungai Rangas Tengah Gelar Lomba Jukung Tradisional Trofi Gubernur Kalsel 2022
Lomba jukung diikuti 56 peserta diadakan Pemerintah Desa Sungai Rangas Tengah, Kabupaten Banjar, di Sungai Martapura, perebutkan trofi Gubernur Kalsel
Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pemerintah Desa Sungai Rangas Tengah, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), menggelar lomba balapan jukung tradisional, Minggu (15/5/2022).
Lomba jukung tradisional itu kali kedua terlaksana dengan melibatkan Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Selatan (Dispora Kalsel).
Antusias penonton lomba jukung tradisional itu sangat tinggi, sehingga bantaran Sungai Martapura di Desa Sungai Rangas Tengah dipenuhi warga yang ingin menyaksikan jagoan mereka.
Simak video lomba jukung di link ini: https://www.facebook.com/bpostonline/videos/728575931828078/
Halaman SMPN 1 Martapura Barat dan halaman rumah warga di Desa Sungai Rangas Tengah dijadikan sebagai kantong parkir yang didominasi kendaraan bermotor roda dua dengan jasa parkir Rp 5 ribu.
Kepala Desa Sungai Rangas Tengah, Muhammad Noor, mengatakan, lomba Jukung Tradisional itu merebutkan trofi Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor.
Baca juga: Kebakaran di Kalsel, Dua Rumah Luluhlantak Diamuk Api di Desa Tatah Jaruju Kabupaten Banjar
Baca juga: Sebanyak 11 Orang Peserta Akan Bersaing di Final Putra Putri Pariwisata Kalsel
"Total hadiah lomba Jukung Tradisional sebesar Rp 55 juta untuk delapan pemenang. Juara pertama hingga juara harapan keempat," ujarnya.
Ada 56 peserta Lomba Jukung Tradisional Banjar yang berpartisipasi dari empat daerah, yaitu Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala (Batola) dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
"Sebelumnya, pernah dilaksanakan lomba serupa pada 2019. Lomba terhenti karena pandemi Covid-19 dan tahun ini dilaksanakan kembali," katanya.
Dirinya juga berharap tahun depan agenda lomba jukung tradisional terlaksana kembali dengan lebih meriah.
Sementara itu, Muhammad, ofisial peserta lomba dari Desa Tabunganen, Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Batola, mengungkapkan, sudah dua kali ikut lomba Jukung Tradisional Trofi Gubernur Kalsel.
Baca juga: Pengelola Danau Seran Kota Banjarbaru Bersyukur Sekarang Ada Peningkatan Pengunjung
Baca juga: Pencabulan di Kalsel, Ayah Bejat di Kotabaru Tiduri Anak Kandung Sejak Kelas 2 SD
Menurutnya trek lomba di Sungai Rangas Tengah lebih nyaman dibanding berlomba jukung serupa di Sungai Martapura depan Taman Siring 0 Km di Kota Banjarnasin.
"Kalau di Sungai Martapura Desa Sungai Rangas Tengah ini ombaknya tidak seberapa. Kalau di kawasan Taman Siring 0 Km Kota Banjarmasin, ombaknya besar karena lalu lintas kapal motor," katanya.
Setiap jukung diisi enam pedayung yang berlomba di Sungai Martapura dengan jalur trek sekitar 700 meter.
Saat penyisihan, peserta dari Sungai Bakung, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, tidak mencapai finish karena perahu atau jukungnya tenggelam di tengah lomba.
Beruntung, enam pedayung tidak tenggelam ke dasar air karena berpegangan di jukung, hingga tiga perahu panitia tiba menolong.
(Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)