Berita Tanahlaut

VIDEO Jalan Poros Menuju Desa Guntungbesar Kian Rusak

Kerusakan infrastruktur menyelubungi jalan poros menuju Desa Guntungbesar, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala).

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kerusakan infrastruktur menyelubungi jalan poros menuju Desa Guntungbesar, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Lapisan aspal jalan poros setempat cukup banyak yang terkoyak dan menyisakan bebatuan.
Bahkan di beberapa tempat kondisinya penuh kubangan yang dalam sehingga membahayakan pengendara.

Timbunan material pada area yang mengalami kerusakan parah pun juga banyak yang telah kembali pada kondisi awal yakni berlubang-lubang.

Di lokasi lainnya juga cukup becek dan lengket pada ban kendaraan.

Baca juga: VIDEO Inilah Kapal Pancar Mas II, Bus Air Terakhir Yang Tersisa di Sungai Barito

"Lumayan susah menjangkau Guntungbesar, apalagi pascahujan waduh penuh kubangan," ucap Rahmadi, warga Pelaihari, Rabu (18/5/2022).

Ia menuturkan Selasa pagi kemarin bertandang ke rumah kerabatnya.

Ia melintasi jalan alternatif melalui Desa Telaga, Kecamatan Pelaihari, namun kondisi badan jalan setempat juga rusak di beberapa tempat.

"Jalan utama lewat Desa Batilai, Kecamatan Pelaihari, kan rusak terutama yang bekas longsoran pertengahan 2021 lalu. Nah, saya nyoba lewat jalur alternatif itu, tapi ternyata rusak juga," sebutnya.

Pekerja swasta ini bahkan sempat terjatuh lantaran ban sepeda motornya slip dan terperosok ke lubang yang cukup dalam.
"Sepatu yang jadi korban, kemasukan air berlumpur," tandasnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera mengatasi kerusakan jalan tersebut.

Apalagi dua akses jalan menuju Guntungbesar sama-sama rusak sehingga cukup merepotkan warga setempat ketika ingin keluar masuk kampung.

Baca juga: VIDEO Tanaman Padi di Landasan Ulin Barat Kota Banjarbaru Terserang Tungro

Salah seorang warga Guntungbesar, Fidah, menuturkan kerusakan jalan menuju kampungnya berada di lingkungan RT 1 sejauh sekitar satu kilometer.

Lalu di lingkungan RT 3 sejauh sekitar 1,5 kilometer.

"Kalau dulu misal bepergian ke Kota Pelaihari (ibu kota Tala) paling cuma seperempat menit sudah nyampai. Kalau sekarang ya bisa dua kali lipatnya apalagi setelah hujan karena banyak kubangannya," sebutnya.

Dirinya juga sangat berharap pemerintah daerah cepat memperbaiki agar kerusakan tak semakin parah.

Apalagi di kampungnya juga memiliki potensi wisata yang potensial dikembangkan karena menyajikan panorama alam yang indah dan alami.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved