Ekonomi dan Bisnis

Harga Tandan Buah Segar Sawit di Kabupaten Kotabaru Berangsur Membaik

Pabrik kelapa sawit saat ini sudah mulai beli TBS dari petani mandiri di Kabupaten Kotabaru antara Rp 2.150-Rp 2.200 yang sebelumnya Rp 1.200 per kg.

Penulis: Herliansyah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/HELRIANSYAH
Petani kelapa sawit di Kabupaten Kotabaru, Khairul Sani. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Seperti yang telah disampaikan Presiden Joko Widodo, ekspor minyak sawit mentah atau CPO (Crude Palm Oil) kembali dibuka saat Senin (23/5/2022). 

Kebijakan ini tentu hal yang menggembirakan bagi pekerja industri, petani dan pihak pendukung lainnya.

Kegembiraan ini dikemukakan Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan pada Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kotabaru, Khairul Sani, Minggu (22/5/2022).

Menurutnya, dengan kembali dibuka ekspor CPO oleh pemerintah, pihaknya sangat mengapresiasi.

Tapi diharapkan, tetap ada pengawasan ke pihak terkait agar tidak terjadi keputusan sepihak, terutama dalam hal menentukan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang rendah dari petani.

Baca juga: Dinas PUPR Kotabaru Dipanggil DPRD, Buntut Mundurnya Kontraktor Proyek Jalan Lontar-Tanjung Seloka

Baca juga: VIDEO Evakuasi Sopir Pikap Pasca Tabrak Pohon di Gambut Kalsel

Menyinggung harga TBS yang diinginkan petani, lanjut Khairul Sani yang juga Petani Sawit Mandiri, pihaknya hanya mengikuti ketetapan harga yang sudah diatur Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan ( Disbunnak Kalsel).

"Untuk bulan Mei 2022, kami belum menerima ketetapan harga. Tapi bulan April sebesar Rp 3.300 per kilogram," jelasnya.

Tidak hanya harga, sebagai Petani Sawit Mandiri, pihaknya mengharapkan ada perlindungan. Jangan ada diskriminatif harga antara petani plasma dengan petani swadaya mandiri.

Karena saat ini, untuk pemeliharaan kebun, selain pupuk, susah dicari. Harganya juga cukup mahal. Itu pun jika tidak teliti akan dapat pupuk palsu.

Apa yang diharapkan, sambung Khairul Sani, sesuai aksi sebelumnya dilakukan diharapkan Tim Satuan Tugas (Satgas) segera dibentuk agar pengawasan benar-benar berjalan.

Baca juga: Pemerintah Longgarkan Penggunaan Masker di Ruang Terbuka, Begini  Respons Warga Banjarmasin

Baca juga: Tepergok Bawa Mandau dan Belati di Musala Desa Bayanan HSS Kalsel, Pria Ini Ternyata ODGJ

Tim Satgas, sambung Khairul Sani, melibatkan terdiri dari pihak kepolisian, kejaksaan, DPRD, pemerintah daerah, selain juga melibatkan Apkasindo. "Harapan kami adalah agar pengawasan benar-benar berjalan," pintanya.

Kini, sebutnya, harga TBS berangsur-angsur membaik. Tadinya, Pabrik Kelapa Sawit (PKS) tidak menerima TBS dari Petani Sawit Mandiri. Sekarang, sudah menerima.

"Hari ini harga sudah berkisar antara Rp 2.150 sampai Rp 2.200. Sebelumnya, di bawah Rp 2.000, bahkan ada sampai Rp 1.200," pungkas Khairul Sani.

(Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

  • Berita Terkait :#Ekonomi dan Bisnis
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved