Berita Banjarmasin

Kawal Kebijakan Pemerintah Polda Kalsel Turut Sosialisasikan Pencabutan Larangan Ekspor CPO

Polda Kalsel melalui Polres-polres di daerah yang ada perkebunan kelapa sawit turut mensosialisasikan pencabulan larang ekspor CPO

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/muhammad tabri
Ilustrasi-aktivitas pemanen sawit di perkebunan warga di Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Sabtu (7/5/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pencabutan larangan ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya oleh Presiden Joko Widodo menjadi angin segar bagi para petani kelapa sawit. 

Kebijakan pencabutan larangan ekspor ini diyakini akan kembali menggairahkan aktivitas petani kelapa sawit termasuk di Kalsel sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit di Indonesia. 

Mengawal kebijakan Pemerintah termasuk dalam hal pemulihan ekonomi nasional di daerah, Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan ( Polda Kalsel) juga turut membantu sosialisasi kebijakan tersebut kepada masyarakat khusunya petani kelapa sawit di Banua. 

"Sosialisasi kebijakan Pemerintah itu dilakukan termasuk melalui Polres-Polres di daerah yang warganya banyak sebagai petani kelapa sawit," kata Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifa’i, Minggu (22/5/2022).

Baca juga: Petani Sawit di Kabupaten Kotabaru Minta Pengawasan Ketat ke Pengekspor CPO Tetap Dilakukan

Baca juga: Ekspor CPO Bakal Dibuka Kembali, Begini Respon Petani Sawit di Batola 

Baca juga: Gelar Aksi Damai, Petani Sawit di Kotabaru Kalsel Desak Pemerintah Cabut Larangan Ekspor CPO

Dimana perkebunan sawit di Kalsel menjadi sektor yang menjadi tumpuan perekonomian bagi banyak masyarakat di Kalsel. 

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalsel, hampir setiap tahun produk turunan dari kelapa sawit berada di posisi kedua penyumbang ekspor terbesar Kalsel. 

Contohnya pada Bulan Maret Tahun 2022, sebelum larangan ekspor, produk dari kelapa sawit yang masuk pada kategori kelompok komoditi lemak dan minyak nabati/hewani menyumbang nilai ekspor Kalsel sebesar US$ 115,53 juta. 
 
Melalui sosialisasi tersebut kata Kabid Humas, tergambar pula respon kegembiraan dari para petani sawit di Kalsel. 

Salah satunya seperti diungkapkan oleh Ketua DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Batola, Darmono saat momen sosialisasi tersebut.

Kembali dibukanya keran ekspor produk hasil kelapa sawit diharapnya dapat kembali menggerek harga tandan buah segar (TBS) dari para petani kelapa sawit yang sempat anjlok hingga 70 persen selama kebijakan larangan ekspor. 

Baca juga: Direktur Celios Bhima Yudhistira Desak Pemerintah Cabut Larangan Ekspor CPO

Ia menilai, kebijakan pelarangan ekspor tersebut menjadi pembelajaran dan momentum instrospeksi bersama untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan tata kelola industri CPO dan produk turunannya. 

Tujuannya agar geliat industri sawit dapat memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat, petani dan negara. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody) 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved