Lifestyle

Di Tangan Perempuan Asal Kandangan HSS Ini Anyaman Bambu Menjelma Jadi Tas Modern Bernilai Ekonomis

Memanfaatkan berlimpahnya bahan baku bambu di wilayah Loksado HSS, Meratus Etnik Handycraft melakukan kolaborasi bahan baku alam dan modernisasi.

Penulis: Aprianto | Editor: Eka Dinayanti
istimewa/ Ina Nurjanah
Ina menunjukkan produksi tas nya. 

Warga Lokado menganyam bambunya di rumah saat waktu senggang.

Bukan menjadi usaha utama mereka.

Pengrajin mengayam bambu saat waktu luang karena mereka juga memiliki usaha utama yakni menoreh karet, bertani dan berkebun.

"Sehingga, kami tidak bisa melayani pesanan yang terlalu banyak karena kapasitas produksi anyaman bambu yang agak lambat," akunya.

Ina menyebutkan, harga anyaman bambu memang masih kalah kalau dibanding dengan usaha menyadap karet.

"Untuk tali atau kepangan dari bahan Ilung dibuat oleh para perajin di Bangkau. Kami membeli meteran," ungkap Ina meski tidak menyebutkan harga satuan dari anyaman bambu dan ilung itu.

Pihaknya ingin, para pengrajin juga bisa mengembangkan produknya seperti anyaman bambu dan eceng gondok dengan bekerjasama dengan pengrajin lainnya.

"Produk yang kami hasilkan khusus untuk tas jinjing juga tergantung dari hasil produk mereka. Namun yang paling penting kami melibatkan banyak pengrajin, merangkul banyak perajin lainnya," tambahnya.

( Banjarmasinpost.co.id/Rian).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved