Banjarbaru Juara

Wali Kota Banjarbaru Minta Pengelolaan Pangan Harus Memperhatikan Pelaksanaan Hygiene dan Sanitasi

Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin membuka Acara Bimbingan Teknis Keamanan Pangan bagi 50 pelaku usaha IRTP yang diadakan Dinkes di Novotel.

Penulis: Siti Bulkis | Editor: Alpri Widianjono
HUMAS PEMKO BANJARBARU
Wali Kota Banjarbaru, HM Aditya Mufti Ariffin, hadiri pembukaan Bimbingan Teknis Keamanan Pangan bagi Pengelola Industri Rumah Tangga Pangan se-Kota Banjarbaru di Hotel Novotel, Rabu (25/5/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin membuka Acara Bimbingan Teknis Keamanan Pangan bagi Pengelola Industri Rumah Tangga Pangan.

Didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Abu Yazid Bustomi, kegiatannya di Hotel Novotel, Jalan A Yani Km 27. 

Wali Kota Aditya menyampaikan, saat ini telah banyak berkembang industri skala kecil hingga skala menengah yang terdaftar sebagai Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP).

Dan sampai sekarang, sudah mencapai 1.000 Usaha IRTP di Kota Banjarbaru.
 
Dalam pengelolaan pangan, menurutnya, harus diperhatikan pelaksanaan hygiene dan sanitasi. Penerapannya menjadi sangat penting karena akan berpengaruh dengan kepercayaan konsumen.

Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin di lokasi kegiatan Bimbingan Teknis 25052022
Wali Kota Banjarbaru, HM Aditya Mufti Ariffin, bersama yang lain saat di lokasi kegiatan Bimbingan Teknis Keamanan Pangan bagi Pengelola Industri Rumah Tangga Pangan se-Kota Banjarbaru di Hotel Novotel, Rabu (25/5/2022).

"Untuk itu, dengan dilaksanakannya kegiatan pada hari ini, diharapkan dapat memberikan pengetahuan lebih tentang bagaimana menjaga hygiene dan sanitasi dalam sebuah usaha yang berkaitan dengan makanan, agar mutu pangan olahan dapat tetap terjaga yang tentunya akan berpengaruh terhadap jumlah penjualan dikarenakan adanya kepercayaan dari konsumen," kata dia, Rabu (25/5/2022).

Izin produksi pangan olahan industri rumah tangga juga sangat diperlukan untuk pengembangan usaha.

Untuk mendapatkan izin tersebut, sebuah usaha harus mengikuti penyuluhan yang dilaksanakan BBPOM yang diserahkan pelaksanaannya kepada pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan. 

Berkaitan dengan hal tersebut, bimtek ini juga agar pelaku usaha IRTP di Kota Banjarbaru dapat memiliki izin produksi pangan olahan, sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.

"Semoga ke depannya, Industri Rumah Tangga Pangan di Kota Banjarbaru lebih berkembang dan dapat memajukan perekonomian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucapnya.

Peserta Bimbingan Teknis Keamanan Pangan di Hotel Novotel banjarbaru Rabu (25052022)
Para peserta Bimbingan Teknis Keamanan Pangan bagi Pengelola Industri Rumah Tangga Pangan se-Kota Banjarbaru di Hotel Novotel, Rabu (25/5/2022).

Dari panitia pelaksana, Rita Fitriani, mengatakan, tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pengelolaan IRTP serta peraturannya. 

Dan juga, menumbuhkan kesadaran dan motivasi pengelola Industri Rumah Tangga Pangan tentang pentingnya pengolahan pangan yang hygiene dan tanggung jawab terhadap keselamatan konsumen.

Sekaligus, meningkatkan daya saing dan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan Industri Rumah Tangga Pangan.

Pelaksanaan selama dua hari, diikuti 50 orang peserta pemilik Pengelola Industri Rumah Tangga Pangan. (AOL/*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved