Kampusiana

Lima Pemuda Wakili Kalsel di Gelaran 3rd Pre-Summit Y20, Angkat Topik Ini

Bersama delegasi pemuda dari negara-negara G20, lima pemuda Kalsel terpilih mengikuti  kegiatan 3rd Pre-Summit Y20 Indonesia

Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
Istimewa
Muhammad Arif Rahman (FH), dan Chikaliani Sonya (FT) dari Universitas Lambung Mangkurat, Amalia Rezeki selaku Founder Sahabat Bekantan Indonesia (SBI), Muhammad Hafidl Maulana (FEB dan Subhan Maulani dari Politeknik Negeri Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID -  Bersama delegasi pemuda dari negara-negara G20, lima pemuda Kalsel terpilih mengikuti  kegiatan 3rd Pre-Summit Y20 Indonesia.

Kegiatan yang mengusung tema Sustainable and Livable Planet tersebut berlangsung selama dua hari (21-22/05) di Balikpapan Kalimantan Timur.
 
Perwakilan Kalsel yakni Muhammad Hafidl Maulana (FEB) Muhammad Arif Rahman (FH), dan Chikaliani Sonya (FT) dari Universitas Lambung Mangkurat.

Kemudian Subhan Maulani dari Politeknik Negeri Banjarmasin, serta Amalia Rezeki selaku Founder Sahabat Bekantan Indonesia (SBI).

Baca juga: Sampaikan Sambutan di WEFAM 2022, Menko Airlangga Tekankan Pentingnya Kerja Sama Anggota G20

Baca juga: Momen G20, GCRG dan COP26 Membuat Indonesia Berada di Posisi Sentral Pengaturan Transisi Energi

Muhammad Hafidl Maulana yang juga  Founder Pemuda Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan, melalui grup perwakilannya masing-masing mendiskusikan tentang kegiatan tersebut.

"Isu yang diangkat dalam Forum terkait Sustainable and Livable Planet ada dua topik utama yaitu Safeguarding Natural Capital dan Circular Economy based on Sustainable Production and Consumtion," jelasnya.

Mengenai Safeguarding Natural Capital dan Circular Economy based on Sustainable Production and Consumption untuk dijadikan pertimbangan dalam rekomendasi white paper atau policy brief dari Y20.  

Sekaligus delegasi Kalsel berkesempatan menceritakan isu lokal secara langsung di hadapan seluruh delegasi internasional terkait solusi permasalahan lingkungan dan ekonomi yang saling keterkaitan.

Salah satu yang menarik juga adalah tentang mempromosikan circular economy.  Sistem ekonomi melingkar ini dimaksudkan agar semua produk yang dihasilkan perusahaan/UMKM berwawasan lingkungan. 

Forum ini berfokus pada diskusi membedah masalah dan mencari solusi kebijakan yang sesuai dengan tema yang diangkat dan belum ada kebijakan sebelumnya atau perl penambahan/perbaikan. 

"Kami menawarkan berbagai solusi misalnya untuk pengurangan sampah plastik bisa diterapkan antara lain melarang minimarket atau store lainnya memberikan kantong plastik saat berbelanja dan menawarkan alternatif totebag yang bisa digunakan beberapa kali. Dan beberapa usulan kebijakan lain," beb yang Hafidl.

Hasil pertemuan Y20 berupa rekomendasi kebijakan yang nantinya disampaikan pada saat presidensi G20 di Bali. Sembari melakukan diplomasi, peserta akan mencoba follow up hasil tersebut ke pemerintah kota dan kabupaten masing masing. 

Setiap peserta yang hadir di acara tersebut juga rata-rata memiliki project yang sudah dijalankan, sehingga bukan hanya terpaku pada diplomasi di Y20 saja namun juga menjalankan project masing-masing.

Baca juga: Miliki Banyak Prestasi, Duta Pemuda Kalsel Ini Tak Sungkan Begini

"Karena kami rata-rata sebelumnya memiliki project masing masing macam Founder Sahabat Bekantan, Founder Pemuda Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Co-Founder Foodcare Indonesia, dan berbagai projec," kata Hafidl.

Pihaknya sebagai pemuda Kalsel akan terus berinovasi dan menginisiasi berbagai project serta mengembangkan apa yang telah dibangun dan jalankan agar dapat memberikan impact lebih luas terhadap masyarakat. (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved