Berita Tanahlaut

Disnak Keswan Tala Perpanjang Lockdown, Begini Ungkapan dan Harapan Peternak Bumijaya

Sapi yang terindikasi terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), masih terus bergulir.

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
MUSMUJIONO UNTUK BPOST GROUP
Petugas Disnak Keswan Tala memeriksa dan memberi vitamin sapi milik Musmujiono, Senin (30_5) kemarin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sapi yang terindikasi terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), masih terus bergulir.

Informasi dihimpun banjarmasinpost.co.id, Rabu (1/6/2022), jumlah kasusnya masih fluktuatif.

Jika sepekan lalu tercatat 23 sapi yang berciri klinis terpapar PMK, kini jumlahnya hampir empat kali lipat.

Kasus tersebut sejauh ini tetap terjadi di Desa Bumijaya, Kecamatan Pelaihari.

Namun sebagian telah sembuh, setidaknya perlahan membaik dan terus membaik.

Baca juga: Lockdown Sapi Bumijaya Kabupaten Tanahlaut Berlanjut, Ini Jumlah Ternak yang Terpapar PMK

Baca juga: Tanahlaut Terus Kembangkan Kondang, Ini Jumlah IKM yang Terlibat pada Proses Produksi

Kalangan peternak di Bumijaya pun hingga saat ini juga masih waspada.

Masing-masing meningkatkan kebersihan kandang dan menjaga kesehatan ternak sapi.

"Alhmdulillah dari dinas terkait per tiga hari datang terus melakukan pengecekan dan lain-lain," ucap Ketua RT 4 Bumijaya Musmujiono.

Lingkungan RT 4 adalah wilayah pertama terdeteksinya sejumlah sapi yang terindikasi PMK, beberapa pekan lalu.

Saat awal, ada lima ekor sapi setempat yang sakit dan bergejala mirip PMK.

Musmujiono menuturkan jumlah sapi di lingkungannya bertambah yang terindikasi terkena PMK.

"Lima ekor sapi saya kemarin itu juga sempat bergejala seperti itu," paparnya.

Namun dirinya langsung segera lapor ke Dinas Keswan Tala dan langsung dtindaklanjuti Disnak Keswan Tala.

Baca juga: Hari Jadi Kotabaru Tak Lagi Kental dengan Pesta Rakyat, Ini Kata Tokoh Masyarakat di Bumi Saijaan

Baca juga: Petugas Satpol PP Kabupaten Banjar Bongkar Warung, Penjual Es Kelapa Muda Ini Kebingungan

Mulai kemarin sapinya mulai kembali kuat nafsu makannya.

"Alhamdulillah juga sudah gak keluar air liur berlebihan lagi. Kami mengapresiasi gerak cepat dari Disnak Keswan Tala," tandas Musmujiono.

Sapi yang belum terpapar pun, lanjutnya, juga langsung disuntik dan diberi vitamin agar terhindari dari risiko tertular.

Pada Senin kemarin petugas Disnak Keswan Tala juga kembali datang ke kampungnya guna mengecek kondisi sapi sekaligus memberi obat/vitamin.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved