Kampusiana

Seminar Internasional STKIP PGRI Banjarmasin, Undang Narasumber dari Universitas Brunei Darussalam

STKIP PGRI Banjarmasin menyelenggarakan Seminar Internasional, secara daring melalui Zoom dan Youtube.

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Eka Dinayanti
tangkapan layar
Seminar Nasional First International Seminar on Education, Technology, and Arts STIKIP PGRI Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - STKIP PGRI Banjarmasin menyelenggarakan Seminar Internasional, secara daring melalui Zoom dan Youtube dengan nama First International Seminar on Education, Technology, and Arts (ISETA).

Seminar ini mengangkat tema 'Tailoring Education for The Future of Work Post Covid-19', tema ini diangkat untuk menyesuaikan situasi pendidikan saat ini setelah pandemi covid-19.

Panitia mengundang empat narasumber untuk membahas persoalan ini, yaitu Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. (Ketua Umum PB PGRI), Dr. Donnie Adams (Universiti Malaya), Dr. Muhammad Roil Bilad (Universiti Brunei Darussalam), dan Dr. H. Allimuddin A. Djawad, M.Hum. (STKIP PGRI Banjarmasin).

Kegiatan ini diikuti oleh 725 peserta, terdiri dari mahasiswa, dosen, guru, peneliti, dan praktisi.

Baca juga: Empat Kawasan Boleh untuk Pengguna Sepeda dan Skuter Listrik di Kota Banjarmasin

Baca juga: Viral Diduga Paku Ditebar di Jalan Gatot Subtoto Banjarmasin, Banyak Pengendara Alami Ban Cocor

Selain itu, kegiatan ini juga diisi oleh 41 pemakalah pendamping dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, yaitu Universitas Negeri Malang, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Sebelas Maret, Universitas Palangkaraya, Politeknik Negeri Banjarmasin, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Universitas Jambi, dan Universitas Halu Oleo Kendari.

Makalah yang dipresentasikan akan dipublikasikan dalam prosiding dan jurnal-jurnal di lingkungan STKIP PGRI Banjarmasin.

Ketua Pelaksana ISETA, Dr. Benny Nawa Trisna, M.Pd. menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu kesuksesan acara ini dan berharap kegiatan ini memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi pendidikan, teknologi, dan seni.

Ketua STKIP PGRI Banjarmasin, Dr. Hj. Dina Huriaty, M.Pd. dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa banyak sekali aspek pendidikan yang perlu diperbaiki pascapandemi COVID-19.

"Seminar ini bertujuan untuk memberikan berbagai pandangan dari para ahli dalam rangka memberikan solusi permasalahan ini," kata Dr Dina Huriaty, Rabu (1/5/2022).

Baca juga: Jelang Idul Adha 2022, Harga dan Stok Kambing di Tapin Normal

Baca juga: Penambang Berencana Alihkan Alur Sungai, Pemdes Asamasam Tala Harapkan Sosialisasi Diintensifkan

Semntara itu Drs. Muhammad Arsyad, M.Pd, Wakil Sekretaris PGRI Provinsi Kalimantan Selatan yang menjadi peserta dalam kegiatan ini juga menyikapi positif, tema yang diangkat dalam seminar ini.

"PB PGRI telah berperan aktif persoalan ini dengan memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk mengelola pendidikan pascapandemi melalui sejumlah rekomendasi, yaitu memperkuat infratsruktur dasar digital, kurikulum pascapandemi, pelatihan terstruktur bagi guru untuk menerapkan pembelajaran hybrid,"

"Mengembangkan regulasi yang memberi ruang bagi sekolah dan guru dengan mengalihkan tugas administratif yang berlebihan ke arah pemikiran kreatif dan inovatif, fleksibilitas penggunaan BOS bagi kebutuhan hybrid learning dan meningkatkan kesejahteraan guru terutama guru non ASN," tambahnya.

( Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved