Berita HST
Harga Cabai Kering dan Cabai Rawit Meroket, Pemilik Warung Makan di HST Kalsel Menjerit
Para pemilik usaha warung makan di Barabai Kabupaten Hulu sungai Tengah (HST) Kalsel mengeluhkan mahalnya harga cabai kering maupun cabai rawit.
Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI-Para pemilik usaha warung makan di Barabai Kabupaten Hulu sungai Tengah (HST) Kalsel mengeluhkan mahalnya harga cabai kering maupun cabai rawit.
Saat ini harga cabai kering di kisaran Rp 240.000 hingga Rp 300.000 perkilogram.
Demikian pula untuk harga telur ayam ras yang mencapai rp30.000 per kg, telur bebek rp28.000/10 biji serta ikan gabus rp45.000 hingga rp60.000 per kg dan minyak goreng curah rp18.000 per liter.
Juriah salah satu pedagang nasi kuning dan lontong di kawasan jalan Batali Barabai mengatakan saat ini adalah masa yang sangat sulit bagi pedagang kecil seperti dirinya.
Baca juga: Harga Komoditi Cabai di Kalsel Merangkak Naik, Bawang Cenderung Turun
Baca juga: Berat Badan dan Kolesterol Terkontrol, dr Zaidul Akbar Bagikan Tips Tepat Konsumsi Cabai
Menghadapi berbagai macam kenaikan harga sembako tersebut khususnya untuk cabai kering minyak goreng dan ikan dia pun tak bisa bertahan dengan harga lama.
"Dengan berat hati saya menaikkan harga per bungkus nasi kuning menjadi rp7.000 menjadi rp10.000 per porsi,"kata Juriah saat berbelanja di pasar agrobisnis modern, Kamis (2/6/2022).
Dijelaskan untuk bahan cabai kering sangat diperlukan tiap hari untuk bumbu ikan lauk nasi kuning. Demikian pula cabe rawit sebagai sambel untuk jenis makanan lontong yang dijual bersama nasi kuning.
Juriah mengatakan kadang tidak tega juga dengan pembeli karena menaikkan harga. Mau tidak mau hal tersebut harus dilakukan.
Kondisi yang sama juga dihadapi oleh Mbak win pemilik kedai the win di kawasan Jalan Brigjen H Hasan Basri Barabai.
Setiap hari kedainya memerlukan banyak cabai rawit untuk sambel pelengkap aneka menu yang tersedia di kedainya tersebut.
Baca juga: Jelang Lebaran 2022, Harga Cabai Tiung Tanjung Naik di Tabihi Kabupaten Hulu Sungai Selatan
"Terus terang kami yang punya usaha kecil menjadi bingung meneruskan usaha warung. Di satu sisi harus menaikkan harga seiring naiknya harga berbagai kebutuhan bahan pokok, termasuk minyak goreng. Di sisi lain ingin menjual dengan harga terjangkau. Tapi mau tidak mau terpaksa harus dinaikkan juga, "kata Mbak Win.
Menurutnya sampai sekarang jenis sembako yang tidak pernah harganya turun adalah minyak goreng, cabe rawit,telur , daging. "Naiknya berbagai harga kebutuhan pokok ini sangat memukul usaha kecil kami, "katanya. (Banjarmasinpost.co.id/hanani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/harga-cabai-kering-selangit.jpg)