Sentra Joran Bambu di Batola

Berikut Jenis Bambu, Trik dan Peralatan Meluruskan Joran Tradisional di Handil Nyiur Batola

Membuat joran tradisional dari bambu tidaklah mudah. Prosesnya, dimulai menanam sampai meluruskan bambu

Tayang:
Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/muhammad tabri
Kebun Bambu Kalai yang biasa digunakan untuk bahan baku tantaran unjun (joran pancing) di Handil Nyiur, Desa Anjir Serapat Baru, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Batola. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Meski terlihat simpel, ternyata mengadang tantaran unjun (meluruskan joran pancing) dari bambu bukanlah pekerjaan yang mudah. 

"Kita juga harus ada perasaan saat mamanaskan dan menekan saat meluruskan batang bambu," terang Jurkani, pengrajin tantaran di Handil Nyiur, Desa Anjir Serapat Baru. 

Ia pun menambahkan, jika tanpa perasaan yang tepat, maka bisa saja batang bambu terlalu panas hingga gosong, atau terlalu kuat menekan saat meluruskan bisa menyebabkan patah. 

Hal ini akan berpotensi hasil yang didapat sedikit dan bambu yang diluruskan rusak tak dapat dijual lagi. 

Baca juga: Handil Nyiur Sentra Joran Tradisional di Batola, Produknya Diminati Pemancing

Baca juga: Bertahan Puluhan Tahun, Joran Bambu di Handil Nyiur Batola Jadi Mata Pencaharian Warga

Seingat Jurkani, ia kurang lebih lima hingga enam tahun turut menggeluti dalam proses belajar meluruskan joran pancing dari bambu tersebut dari sang ayah dan kakeknya. 

Untuk hasil yang maksimal juga tidak sembarang bambu yang digunakan, jenis yang paling banyak dipakai adalah jenis kalai dan tamiyang. 

Sementara itu, untuk mengadang tantaran (joran), alat yang diperlukan di antaranya batangan kayu besar untuk rumpun api, kipas kecil, penampung air dan kain untuk alas menekan batangan bambu yang diluruskan. 

Baca juga: Serunya Spot Mancing di Siring Nol Kilometer Banjarmasin, Pemancing Ini Dapatkan Patin Seberat 4 Kg

Adapun proses mengadang diawali dari memanaskan batang bambu yang ingin diluruskan, biasanya dari bagian pangkal, ke tengah, kemudian bagian ujung joran. 

"Ya jelas perlu kesabaran dan ketelitian, agara hasilnya rapi dan memuaskan," tandas Jurkani. (Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri) 

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved