Korupsi di Kalsel

Dugaan Korupsi, Saksi Serahkan Rp 100 Juta untuk Bupati HSU nonaktif Abdul Wahid di Bandara

Bupati HSU nonaktif Abdul Wahid bantah terima uang suap Rp 100 juta di bandara saat di dalam sidang Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Senin (6/6/2022).

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ACHMAD MAUDHODY
Tiga saksi diperiksa bergantian dalam sidang perkara dugaan korupsi fee proyek dengan terdakwanya adalah Bupati Hulu Sungai Utara Nonaktif, yakni H Abdul Wahid, di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Senin (6/6/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sidang perkara dugaan korupsi fee proyek dengan terdakwa Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Nonaktif, H Abdul Wahid, digelar di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Senin (6/6/2022).

Tak seperti sebelumnya, dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Yusriansyah ini, terdakwa dihadirkan secara daring melalui sambungan aplikasi zoom.

Tim Jaksa Penuntut Umum KPK di antaranya Fahmi Ari Yoga menghadirkan tiga saksi, yakni H Rusdi, M Muzakir dan Rahmat Noor Erwan, ketiganya merupakan rekanan kontraktor di lingkup Dinas PUPRP HSU

Sedangkan tim penasihat hukum terdakwa Bupati HSU nonaktif Abdul Wahid ini, di antaranya Fadli Nasution hadir secara langsung di Ruang Sidang 1 Pengadilan Tipikor Banjarmasin

Dimulai sekitar pukul 20.00 Wita, saksi H Rusdi menjadi saksi yang diperiksa pertama kali.

Baca juga: Plt Bupati Husari Abdi Berpesan pada Generasi Muda di Kabupaten Hulu Sungai Utara Agar Kreatif

Baca juga: Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Bendungan Tapin, Kejati Kalsel Belum Tetapkan Tersangka 

Ia mengaku merasa dirugikan terdakwa karena telah memberikan uang senilai total Rp 575 juta dan meminjamkan fasilitas mobil untuk terdakwa namun janji untuk diberikan proyek tidak dipenuhi. 

Saksi H Rusdi yang merupakan bagian dari tim sukses terdakwa saat pencalonan bupati di Kabupaten HSU, mengatakan, menyerahkan uang tersebut dalam tiga kesempatan di tahun 2017.

Pertama, yaitu langsung kepada Bupati HSU nonaktif Abdul Wahid Rp 100 juta diserahkan di Bandara Internasional Syamsudin Noor di Kota Banjarbaru, kedua Rp 75 juta melalui Ajudan Bupati, Abdul Latif.

Dan terakhir, Rp 400 juta, melalui seseorang yang diperintah terdakwa, Ainul Kiram di Rumah Dinas Bupati di Kota Amuntai, Kabupaten HSU. "Uangnya dibungkus kantung plastik," kata Saksi H Rusdi. 

Selain itu, Ia juga meminjamkan mobil kepada terdakwa selama 4 tahun sejak Tahun 2017-2021.

Baca juga: Pembunuhan di Asamasam Kabupaten Tanah Laut Kalsel, Begini Kronologinya

Baca juga: Perkelahian Gunakan Belati di Cempaka Kota Banjarbaru Kalsel, 2 Orang Tumbang

Uang dan pinjaman mobil itu kata dia diserahkan kepada Abdul Wahid karena dijanjikan akan diberikan proyek dengan pagu Rp 10 miliar dan fee 8 persen. 

Namun dari pengakuan saksi janji tersebut tidak dipenuhi.  "Setelah itu sampai 2021 (Abdul Wahid ditahan) tidak pernah dapat proyek," ujar Saksi H Rusdi. 

Ia mengaku memang sempat diminta oleh terdakwa menghubungi Plt Kepala Dinas PUPRP HSU, yakni saat itu Agus Susiawanto, agar mendapatkan proyek. 

Namun tak sesuai harapannya, Ia hanya dijanjikan memenangkan proyek dengan pagu Rp 5 miliar. Sialnya lagi, saat mengikuti lelang, Ia tak menjadi pemenang dan gagal mendapatkan proyek yang dijanjikan. 

Atas keterangan saksi H Rusdi, terdakwa yang diberi kesempatan oleh Majelis Hakim menanggapi langsung menyampaikan bantahan.

Baca juga: Rekonstruksi Pembunuhan Calon Pengantin, Peragaan 42 Adegan di Satreskrim Polres Banjar Kalsel

Baca juga: Kecelakaan di Sungai Ulin Banjarbaru, 4 Korban Dievakuasi ke RSUD Ratu Zalecha

"Itu tidak benar. Saya tidak pernah meminta. Mobilnya juga dia yang meminjamkan," ujar terdakwa. 

Begitu juga kedua saksi lainnya, yakni M Muzakir dan Rahmat Noor Erwan, juga ditanya kesaksiannya seputar fee proyek yang diduga diserahkan untuk terdakwa. 

Selesai memeriksa ketiga saksi, Majelis Hakim kembali menunda persidangan untuk kembali dilanjutkan pada Senin, (13/6/2022).

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved