Ibadah Haji 2022

22 Jemaah Haji Terkonfirmasi Positif Covid-19, Sebanyak 9 Orang Masih Tertunda Keberangkatan

Sebanyak 22 jemaah haji Indonesia 2022 terkonfirmasi positif Covid-19. Kini sebanyak 9 orang tertunda keberangkatan.

Editor: M.Risman Noor
banjarmasinpost.co.id/dony usman
Jelang Keberangkatan Haji 2022, calon jemaah haji (Calhaj) mengikuti pembekalan akhir dan praktik massal Armuna (Arofah, Muzdalifah dan Mina) di halaman Pendopo Bersinar, Senin (15/5/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebanyak 9 orang jemaah haji Indonesia tertunda keberangkatan ke tanah suci.

Hasil PCR, menunjukkan sebanyak 22 jemaah haji Indonesia terkonfirmasi Covid-19.

Kini 9 orang yang masih belum dinyatakan negatif dan masih tertunda keberangkatan ke tanah suci.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes dr Budi Sylvana mengungkapkan sebanyak 22 jemaah haji terkonfirmasi positif Covid-19.

Para jemaah tersebut diketahui terjangkit Covid-19 saat masih berada di Indonesia.

Baca juga: Sunnah-sunnah Penting Diketahui saat Berkurban, Ustadz Abdul Somad Ingatkan Ajaran Rasulullah SAW

Baca juga: Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Kalsel Gelar Salat Hajat di Embarkasi

"Tercatat ada 22 orang jamaah yang keberangkatannya harus ditunda karena PCR-nya positif," ujar Budi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (7/6/2022).

Jemaah yang positif Covid-19 tersebut, kata Budi, berasal dari Jakarta, Surabaya dan Solo.

Jemaah yang berasal dari Jakarta menjalani isolasi mandiri.

"Yang di Solo dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC). Mereka tak bergejala. Mereka yang PCR positif tidak masuk asrama," ucap Budi.

Budi mengatakan para jemaah tersebut diketahui positif Covid-19 setelah menjalani pemeriksaan PCR sebelum masuk Asrama Haji.

Akhirnya para jemaah tersebut harus menjalani isolasi mandiri terlebih dahulu sebelum dinyatakan negatif.

13 jemaah yang telah dinyatakan negatif merupakan jemaah yang berasal dari Surabaya.

"Namun Alhamdulillah dari 22 jemaah tersebut 13 sudah diberangkatkan. Sehingga tinggal 9 jemaah yang masih harus ditunda keberangkatannya," ungkap Budi.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akan membagikan sebanyak 3.000 wristband atau gelang pintar khusus kepada jemaah haji dengan risiko tinggi . Fungsinya untuk memantau kesehataan jamaah
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akan membagikan sebanyak 3.000 wristband atau gelang pintar khusus kepada jemaah haji dengan risiko tinggi . Fungsinya untuk memantau kesehataan jamaah ((Kementerian Kesehatan))

Proses pemeriksaan jemaah haji yang positif Covid-19 akan diperiksa secara berkala selama lima hari.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved