Berita Tabalong

Sopir Angkutan Gratis di Dishub Kabupaten Tabalong Tak Persoalkan Jadi Tenaga Outsourcing

Sopir Angkutan Gratis di Dishub Kabupaten Tabalong merasa senang tak diberhentikan dan malah dijadikan tenaga outsoursching, asalkan tetap bekerja.

Penulis: Dony Usman | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/DONY USMAN
Kepala Dishub Kabupaten Tabalong, Tumbur P Manalu, sedang memeriksa bagian dalam kondisi angkutan gratis. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Saat ini hampir seratusan orang berstatus non ASN bertugas sebagai sopir angkutan gratis bagi pelajar dan masyarakat umum yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tabalong.

Para sopir armada angkutan gratis termasuk golongan yang juga ikut terdampak akibat adanya kebijakan penghapusan tenaga honorer.

Namun saat ini mereka sudah mendapat angin segar karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong bergerak cepat untuk mencarikan solusi.

Dengan SKPD teknis Dinas Koperasi UKM Perindustrian Tabalong telah disusun rencana pelibatan koperasi untuk mewadahi sebagai penyalur tenaga outsourching di lingkup Pemkab Tabalong.

Baca juga: Dugaan Korupsi, Saksi Serahkan Rp 100 Juta untuk Bupati HSU nonaktif Abdul Wahid di Bandara

Baca juga: Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Bendungan Tapin, Kejati Kalsel Belum Tetapkan Tersangka 

Seperti disampaikan Fahrial (42). Ayah tiga anak yang sudah jadi sopir angkutan gratis selama 5 tahun ini, mengaku senang mendengar ada solusi yang mulai direncanakan Pemkab Tabalong terkait nasibnya.

"Kami menyambut baik, artinya pemerintah daerah kita tidak tinggal diam saja, tetap memikirkan kelangsungan hidup para sopir," katanya.

Apabila ini bisa terealisasi, lanjutnya, selain memberikan kejelasan nasib mereka, juga akan membuat layanan angkutan gratis kepada masyarakat tetap bisa terus berjalan dengan lancar.

Soalnya diakuinya saat ini pelajar maupun masyarakat Kabupaten Tabalong sudah terbiasa menggunakan layananan angkutan gratis.

Baca juga: Pembunuhan di Asamasam Kabupaten Tanah Laut Kalsel, Begini Kronologinya

Baca juga: Perkelahian Gunakan Belati di Cempaka Kota Banjarbaru Kalsel, 2 Orang Tumbang

Terbukti saat dulu sempat terhenti karena dampak pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang mempertanyakan kapan layanan angkutan gratis bisa berjalan lagi.

"Jadi kami tidak mempersoalkan kalau memang jadi outsourcing. Terpenting, tetap bisa bertugas untuk melayani masyarakat umum," ucapnya.

Senada dengan yang disampaikan tenaga sopir lainnya, Fauriza Fahmi (48). Dirinya menyambut baik dengan rencanaPemkab Tabalong yang menyediakan wadah bagi mereka ke depannya.

"Kami para sopir menyambut baik dengan adanya wadah yang disediakan pemerintah meskipun di pihak ketigakan dengan koperasi," kata ayah dua anak ini.

Baca juga: Bersaing di Pemilihan Rektor ULM Kalsel, Ini yang Akan Dilakukan Bakal Calon Bila Terpilih

Baca juga: Diringkus Gegara Cabuli Remaja 12 Tahun, Pemuda Balangan Kalsel Ini  Akui Tiga Kali Garap Korban

Menurut pendapatnya, apabila itu bisa terlaksana sesuai harapan, justru malah lebih baik terhadap status mereka.

Dirinya pun siap mengikuti sesuai aturan yang berlaku untuk tetap bisa terus bertugas mengemudikan angkutan gratis dalam memberikan pelayanan ke masyarakat.

(Banjarmasinpost.co.id/Dony Usman)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved