Berita Banjarmasin

Wisatawan Susur Sungai Terbentur Jembatan, Disbudporapar Banjarmasin Akan Kumpulkan Motoris Kelotok

Kepala Disbudporapar Banjarmasin akan kumpulkan motoris kelotok untuk mencegah tidak terjadi lagi wisatawaran susur sungai naik perahu.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/NOOR MASRIDA
Wisatawan susur sungai yang terbentur kepalanya di Jembatan Pasar Lama akan dibawa ke rumah sakit di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (5/6/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Insiden wisatawan Susur Sungai terbentur Jembatan Pasar Lama, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), terjadi saat Minggu (5/6/2022).

Hal itu menjadi perhatian Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin.

Diberitakan sebelumnya, pria bernama Mat Saleh menumpangi kelotok wisata dari kawasan Siring Menara Pandang di Jalan Piere Tendean, Kota Banjarmasin.

Korban naik ke atap kelotok dalam posisi berdiri dan bermaksud ingin mengambil foto anaknya, saat perahu berlayar di Sungai Martapura

Posisi korban pun menghadap ke buritan. Sementara, tidak menyadari akan melewati bagian bawah Jembatan Pasar Lama.

Baca juga: Asyik Berfoto di Atas Perahu, Kepala Wisatawan Susur Sungai Terbentur Jembatan Pasar Lama

Baca juga: Bersaing di Pemilihan Rektor ULM Kalsel, Ini yang Akan Dilakukan Bakal Calon Bila Terpilih

Sang anak sempat mengingatkan korban. Namun, tidak sempat lagi. Kepala korban pun terbentur bagian bawa Jembatan Pasar Lama. Korban langsung terjatuh tak sadarkan diri dengan luka robek di bagian dahi. 

Terkait insiden terseut, Disbudporapar menggelar pertemuan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan juga Satpolairud Polresta Banjarmasin di Lantai 2 Gedung Menara Pandang.

Kepada awak media, Kepala Disbudporapar, Iwan Fitriady menerangkan, menyesalkan insiden tersebut.

"Kami sangat menyesalkan dan prihatin. Sebenarnya ini kejadian yang tidak perlu," ujar Iwan usai rapat.

Dia menambahkan bahwa larangan menaiki atap kelotok sendiri sejatinya sudah sejak lama berlaku.

Baca juga: Dugaan Korupsi, Saksi Serahkan Rp 100 Juta untuk Bupati HSU nonaktif Abdul Wahid di Bandara

Baca juga: Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Bendungan Tapin, Kejati Kalsel Belum Tetapkan Tersangka 

"Sudah sangat lama imbauan tentang larangan duduk di atas kelotok itu kita sampaikan. Tapi mungkin karena euforia berlebih, lalu lupa dengan keselamatan dan aturan yang sudah ada," ujar Iwan.

Ditambahkan, pihaknya pun akan sesegeranya memanggil dan mengumpulkan para juragan serta motoris kelotok wisata.

"Kami akan sesegeranya mengundang lagi motoris kelotok untuk menegaskan lagi aturan dan himbauan terdahulu. Salah satunya dilarang duduk di atas atap kelotok, karena bahayanya sudah sangat jelas seperti insiden kemarin. Dan kita berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi," katanya.

Sementara itu, Kepala Dishub Banjarmasin, Slamet Begjo, mengatakan, tidak menutup kemungkinan sanksi lebih tegas akan dilakukan terkait dengan hal ini.

Bahkan menurutnya bisa sampai ke pemberian sanksi dengan cara membekukan izin dari kelotok, apabila masih ada penumpangnya yang masih bisa naik ke atas atap kelotok.

Baca juga: Pembunuhan di Asamasam Kabupaten Tanah Laut Kalsel, Begini Kronologinya

Baca juga: Perkelahian Gunakan Belati di Cempaka Kota Banjarbaru Kalsel, 2 Orang Tumbang

"Kalau masih melanggar, bisa dibekukan izinnya. Kami sudah siapkan regulasinya," jelasnya.

Sedangkan Kanit Patroli Satpolairud Polresta Banjarmasin, AKP I Wayan Regug, mengimbau agar pengunjung kelotok wisata mematuhi aturan yang sudah ada.

"Kami imbau jangan naik ke atas atap kelotok karena potensi terjadinya laka air sangat besar. Apalagi hanya untuk foto-foto," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved