Breaking News:

Berita Batola

710 Hektare Padi di Batola Terserang Tungro, Terbanyak di Kecamatan Anjir Pasar

Serangan tungro masih menjadi momok ratusan petani di Kabupaten Barito Kuala, ada sekitar 710 hektare tanaman padi terserang virus tungro.

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri
Petani melakukan penyemprotan insektisida secara massal di lahan pertanian padi yang terserang tungro di Handil Ulis, Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Serangan tungro masih menjadi momok ratusan petani di Kabupaten Barito Kuala.

Baru-baru tadi, diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Batola, Murniati, ada sekitar 710 hektare tanaman padi terserang virus tungro.

"Kawasan terluas serangan tungro saat ini adalah di Kecamatan Anjir Pasar. Salah satu pemicunya adalah sirkulasi pengairan atau irigasi yang kurang baik," ucap Murniati, Rabu (8/6/2022).

Untuk itu, lanjutnya, pihak pertanian juga mengingatkan Gapoktan maupun PPPA untuk memelihara saluran-saluran tersebut, di samping memberikan pemupukan yang berimbang, serta mengurangi pupuk kimia.

Baca juga: Kecelakaan di Kalsel, Maut Merenggut Nyawa Dua Pemuda dalam Tabrakan di Sungai Sahurai Batola

Baca juga: Cerita Nelayan Pencari Ikan di Sungai Barito Batola Kalsel, Puluhan Tahun Bergantung Hasil Sungai

Murniati juga menyarankan petani untuk budidaya tanaman sehat dengan menerapkan teknologi yang disampaikan para PPL.

Langkah lain yang telah dilakukan pihak Distan TPH Batola yaitu kolaborasi bersama Dinas Pertanian Provinsi Kalsel dengan gerakan massal pengendalian vektor wereng hijau.

Tujuannya untuk mengurangi luasan serangan ke lahan yang lainnya.

Karena melalui vektor yang bergerak inilah virus dibawa berpindah.

Baca juga: Desa Pesayangan Utara Punya Rumah Mufakat Restorative Justice, Begini Harapan Bupati Banjar

Sementara itu, untuk kerusakan padi di Batola yang sudah ditangani kurang lebih sebanyak 3200 hektare, namun tidak semuanya akibat tungro.

Ada pula difesiensi unsur hara yang dipengaruhi tingkat keasaman tanah sehingga timbul padi berwarna kuning.

( Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved