Berita Banjarmasin

Ribuan Aparatur Sipil Negara di Lingkup Pemko Banjarmasin Akan Jalani Tes Urine

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menargetkan 2 ribu ASN pemko akan jalani tes urine untuk deteksi dan juga cegah penyalahgunaan narkoba.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
ILUSTRASI - Tes urine di lingkup Pemerintah Kota Banjarmassin pada Oktober 2021. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kabar tak sedap sempat melanda Pemerintah Kota Banjarmasin.

Seorang oknum lurahnya, sempat diperiksa Polresta Banjarmasin karena terkait dugaan penyalahgunaan narkoba.

Meskipun sempat menjalani pemeriksaan, oknum lurah tersebut dibebaskan karena tidak ditemukan barang bukti.

Namun, masih ada kelanjutannya. Mengantisipasi ASN terlibat kasus narkoba, Pemko Banjarmasin rupanya menggelar tes urine.

Baca juga: Oknum Lurah di Banjarmasin Terseret Kasus Narkoba, Begini Penjelasan Kapolresta Banjarmasin

Baca juga: Prakiraan Cuaca Minggu 12 Juni 2022, 26 Wilayah Diguyur Hujan, Diantaranya Jatim, Jateng dan Kalsel

Bahkan, ribuan ASN di lingkungan Pemko Banjarmasin yang akan disasar untuk menjalaninya.

Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina, menerangkan ada sekitar 2 ribu ASN yang akan jadi sasaran dalam tes urine.

"Tes urine sedang dilaksanakan. Target kami, 2 ribu ASN untuk tahun ini. Dilaksanakan secara acak waktu dan juga SKPD-nya," beber dia, Sabtu (11/6/2022).

Tes urin dilakukan untuk mendeteksi, sekaligus mengantisipasi, penyalahgunaan narkoba oleh ASN lingkup Pemko Banjarmasin. "Mudah-mudahan tidak ada ASN yang terlibat dengan narkoba," ucapnya.

Baca juga: Narkoba Kalsel, Serbuk Ekstasi Dimiliki Perempuan Warga Loksado, Ditemukan di Desa Tilahan HST

Baca juga: Narkoba Kalsel, Buron Tujuh Bulan, Bandar Sabu dari Desa Terpencil Diciduk di Desa Layuh HST

Dia juga membeberkan terkait dengan tes urine ini, sempat ada belasan ASN yang hasilnya terindikasi.

"Kemarin ada yang terindikasi 13 orang, kemudian diassement, namun yang bersangkutan bisa menerangkan bahwa memang minum resep obat.Kalau memang terkait narkoba, otomatis ada rekomendasi dari BNN. Misalnya,  direhabilitasi, perawatan dan sebagainya," pungkas dia.

( Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved