Beasiswa Dokter Spesialis

Kemenkes RI Buka Pendaftaran Beasiswa Dokter Spesialis, Berikut Cara Mendaftar dan Syarat Dipenuhi

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) membuka kesempatan kepada para dokter untuk ikut program beasiswa dokter spesialis.

Editor: M.Risman Noor
BANJARMASINPOST.CO.ID/AYA SUGIANTO
Dokter spesialis kulit di RSUD Ansari Saleh Banjarmasin, dr Vina Dwiana, SpKK, menjelaskan seputar ketombe dalam acara BTalk, Selasa (16/112021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ( Kemenkes RI) membuka kesempatan kepada para dokter untuk ikut program beasiswa dokter spesialis.

Apa saja syarat harus dipenuhi agar bisa ikut program dokter spesialis dari kemenkes RI.

Bagaimana pula untuk melakukan pendaftaran program beasiswa menjadi dokter spesialis.

Baca artikel berikut ini mengenai program kemenkes RI untuk dokter umum bisa menjadi dokter spesialis.

Baca juga: Ada Apa di Tanggal 14 Juni? Intip Sejarah Mengenai Donor Darah Sedunia

Baca juga: Heboh di Media Sosial Tentang Antrean Haji, Calhaj Kalimantan Selatan Nunggu 77 Tahun

Apa saja syarat untuk mengikuti program beasiswa bagi dokter spesialis dari Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) ? Baca artikel ini hingga tuntas.

Kemenkes membuka kesempatan beasiswa atau bantuan penddidikan bagi dokter yang ingin mengambil jenjang spesialis dan subspesialis.

Beasiswa tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan pada pelaksanaan transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan untuk mencapai pemenuhan dan pemerataan SDM Kesehatan.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, program beasiswa ini diutamakan untuk spesialis jantung, stroke, kanker dan urologi.

“Kita melihat bahwa penyakit yang paling berat dampak nyawa dan besar biayanya adalah pertama jantung, kedua stroke, nomor tiga cancer, dan nomor empat ginjal,” ujar Budi dalam konferensi pers 2 Juni 2022.

Budi mengharapkan pada tahun 2024 mendatang seluruh fasyankes di tingkat provinsi akan mampu memberikan layanan-layanan tersebut.

Syarat
Sebagaimana disampaikan dalam Ebook Rekrutmen Program Bantuan Pendidikan Dokter Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis, persyaratan mengikuti program beasiswa yakni sebagai berikut:

Calon peserta baru
Calon peserta yang tidak lulus pada angkatan sebelumnya
Calon peserta yang berasal dari residen (on going) dengan masa studi maksimal semester 4 pada Juli 2022
Calon peserta Pasca Penugasan Khusus Nusantara Sehat
Calon peserta program bantuan pendidikan dokter spesialis-subspesialis dan dokter gigi spesialis bisa berstatus sebagai ASN atau non ASN
Calon peserta program bantuan dokter subspesialis dipersyaratkan berstatus ASN dan bukan Residen (on going).

Perbincangan mengenai cacar monyet pada acara BTalk program Health and Beuty meghadirkan Dokter Dwiana Savitri, Spesialis Kulit Kelamin RSUD Ansari Saleh, dipandu Layli Hasana Novia Putri, Selasa (7/6/2022).
Perbincangan mengenai cacar monyet pada acara BTalk program Health and Beuty meghadirkan Dokter Dwiana Savitri, Spesialis Kulit Kelamin RSUD Ansari Saleh, dipandu Layli Hasana Novia Putri, Selasa (7/6/2022). (BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN)

Untuk peserta residen maka hanya akan diberikan bantuan biaya setelah yang bersangkutan ditetapkan sebagai peserta penerima bantuan program Pendidikan Dokter Spesialis sejak Juli 2022 dengan Keputusan Menteri Kesehatan sesuai dengan sisa masa kurikulum bidang spesialistiknya.

Adapun jenis kepesertaan untuk mengikuti program ini, yakni sebagai berikut:

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved