Kriminalitas Tapin

VIDEO Satu Petugas Rutan Rantau Diberhentikan Sementara karena Diduga Jual Sabu ke Warga Binaan

Seorang petugas Rutan Rantau Kalsel diberhentikan sementara karena bantu jual 13 paket sabu ke warga binaan dan 2 orang lainnya diperiksa Polres Tapin

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Diduga terlibat jual sabu ke warga binaan, oknum petugas Rumah Tahanan Kelas IIB Rantau di Kota Rantau, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), diberhentikan sementara.

Pelepasan seragam oknum pegawai Rutan, MA (29), dilakukan Kepala Kanwil Kemenkumham Kalsel, Lilik Sujandi, Senin (13/6/2022). Sementara itu, pihak rutan juga menunggu hasil pengadilan.

Kepala Rutan Kelas IIB Rantau, Andi Hasyim, mengatakan, oknum tersebut ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat menjual sabu ke dalam blok hunian yang dibantu salah satu warga binaan, yakni MB (40). 

"MA bekerja sama dengan MB untuk mendistribusikan 13 paket sabu ke dalam blok hunian," jelasnya.

Baca juga: Spanduk Bertuliskan Khilafatul Muslimin Terpasang, Kesbangpol Kabupaten Tapin Bereaksi

Baca juga: 62 CJH Banjar Kloter Kedua Dikarantina di Asrama Haji, Satu Orang Isolasi Mandiri

Baca juga: Jenazah Calon Haji Kalsel Asal Balangan Akan Dipulangkan Besok

Masih kata Andi, selain satu oknum petugas itu, ada juga penjaga pintu kemananan berinisial S (30) dan R (50) yang merupakan Kepala Regu Keamanan. Keduanya pada saat ini dalam tahap pemeriksaan polisi.  

"Apabila bukti-bukti cukup, bisa jadi kedua orang itu ditetapkan sebagai tersangka. Kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap petugas yang lain, ada kemungkinan bertambah," jelasnya.

Dilanjutkannya, MA sebagai oknum anggota regu keamanan saat ini mendekam di tahanan Polres Tapin. Dan rekan MA, yakni warga binaan MR,  tetap mendekam di dalam Rutan Rantau.

Sedangkan untuk dua orang oknum petugas lainnya, masih dalam pemeriksaan.

Baca juga: CJH Kalsel Asal Balangan Meninggal dalam Pesawat, Almarhum Memiliki Riwayat Penyakit Diabetes

Baca juga: Plt Bupati HSU Husairi Sampaikan Raperda Pertanggungjawaban RAPBD 2021

Baca juga: Bacakan Pembelaan di Tipikor Banjarmasin Pengalihan IUP, Mantan Kadis ESDM Tanbu Minta Keadilan

"Saat penyelundupan pertama, MA mengaku diberi uang Rp 300 ribu oleh MB untuk sabu sebanyak lima gram. Sedangkan yang kedua kali, dari lima gram sabu MA diupah satu gram sabu untuk dipakai," jelasnya.

Terkait kasus ini, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada polisi untuk dikembangkan.

"Sabu tidak mungkin masuk kalau tidak ada keterlibatan oknum petugas. Kejadian ini memalukan. Hasil dari pemeriksan, oknum petugas tersebut mengaku tergoda dengan tawaran seorang warga binaan," pungkas Andi.

(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus Sene)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved