Korupsi di Kalteng

Diduga Korupsi Uang Jual Beli Beras, Kepala Cabang PT Pertani Rugikan Keuangan Negar Rp 1,25 Miliar

Diduga terlibat perkara tindak pidana korupsi Kepala Cabang PT Pertani di Kalteng berinisial HI dijebloskan ke penjara.

Editor: Hari Widodo
TRIBUNKALTENG.COM/PANGKAN BANGEL
Tersangka perkara tindak pidana korupsi, HI (52) saat pres rilis di Mapolresta Palangkaraya, Senin (13/6/2022).  

 BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA – Diduga terlibat perkara tindak pidana korupsi Kepala Cabang PT Pertani di Kalteng berinisial HI dijebloskan ke penjara.

Pria 52 tahun itu ditangkap atas dugaan korupsi jual beli beras yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 1,25 miliar.

Hal itu diungkap Kapolresta Palangkaraya, Kombes Pol Budi Santosa melalui Wakapolresta Palangkaraya, AKBP Andiyatna.

“Kasus korupsi tersebut berupa penjualan beras oleh PT Pertani cabang Kalimantan Tengah pada koperasi di Pontianak, Kalimantan Barat,” terangnya, Senin (13/6/2022).

Ia mengatakan, dugaan korupsi ini terjadi pada 2016 hingga 2017.

Baca juga: Dittipidkor Bareskrim Polri Sita Aset Rp157 Miliar, Kasus Korupsi GPON, 2 Ditetapkan Jadi Tersangka

Baca juga: Buronan Polisi Jepang Ditangkap di Lampung, Terjerat Kasus Korupsi Dana Covid-19

Baca juga: Petinggi BUMN di Banten Korupsi Rp 2,6 Miliar, Gadaikan Emas Imitasi dan KTP Orang Lain

Terkait dengan penanganan kasus ini, terdapat 16 saksi telah diperiksa yang terdiri dari 12 saksi PT Pertani, 1 saksi ahli keuangan negara, 1 saksi Audit BPKP, dan 2 saksi dari koperasi.

“Pelaku HI selaku kepala cabang, meminta dan menawarkan untuk jual beli beras. Transaksi berjalan sesuai harapan pelaku dengan koperasi Sunan Manyuruh,” tutur AKBP Andiyatna.

Transkasi jual beli antara HI dan Koperasi berlangsung sebanyak 4 kali dengan jumlah beras sebanyak 23 ton.

Namun,  uang hasil transaksi selanjutnya tidak ada bukti penyetoran ke kas negara.

“Kami juga mengamankan barang bukti berupa, 98 dokumen yang disita oleh pihak kepolisian guna mendukung proses penyidikan,” ujar Wakapolresta Palangkaraya.

Baca juga: Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Bendungan Tapin, Kejati Kalsel Belum Tetapkan Tersangka 

Pelaku menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi, namun uang tidak digunakan penuh. Atas perbuatannya, HI pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Pelaku dikenakan Pasal 2 dan 3 UU Tipidkor UUD Nomor 31 tahun 1999 yang diubah menjadi UU RI 20 tahun 2021 dengan hukuman penjara maksimal 20 tahun dengan denda paling sedikit Rp 200 Juta dan denda maksimal Rp 1 miliar,” tutupnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunkalteng.com dengan judul Diduga Korupsi Rp 1,25 Miliar, Kepala Cabang PT Pertani Diamankan Satreskrim Polresta Palangkaraya

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved