Breaking News:

Korupsi di Kaltim

Dijemput Kejari Berau di Rumah, Terdakwa Korupsi Pengadaan Lahan Sepakbola Bersumpah Tidak Bersalah

Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Suprianto (SP),  dieksekusi Kejaksaan Negeri Berau.

Editor: Hari Widodo
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI PENGESTI
Prosesi penjemputan Sp dikediaman rumahnya oleh Kejaksaan Berau, Provinsi Kaltim, Senin (14/6/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG REDEB - Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Suprianto (SP),  dieksekusi Kejaksaan Negeri Berau.

Eksekusi yang dilakukan terhadap SP yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanahan Berau dilakukan Kejari Berau setelah putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) turun. Dengan demikian, SP resmi menjadi terpidana.

Namun, SP yang terjerat kasus pengadaan lahan sepakbola akan kembali melakukan upaya terakhir, yakni peninjauan kembali (PK).

SP dijemput di rumahnya di belakang kantor Kecamatan Sambaliung, Kelurahan Sambaliung, sekira pukul 12.00 Wita.

Baca juga: Diduga Korupsi Uang Jual Beli Beras, Kepala Cabang PT Pertani Rugikan Keuangan Negar Rp 1,25 Miliar

Baca juga: Petinggi BUMN di Banten Korupsi Rp 2,6 Miliar, Gadaikan Emas Imitasi dan KTP Orang Lain

Baca juga: Buronan Polisi Jepang Ditangkap di Lampung, Terjerat Kasus Korupsi Dana Covid-19

Saat itu proses eksekusi, SP sempat meminta waktu untuk dibawa petugas kejaksaan, karena urusan di kantornya masih cukup banyak.

Namun, permintaan itu ditolak. SP sendiri, awalnya sudah mengetahui bahwa dirinya akan kembali dieksekusi pada pagi hari itu juga.

Sebelum menaiki mobil disiapkan petugas, SP sempat mengatakan, dirinya dalam perkara korupsi tersebut dirinya sama sekali tidak bersalah.

"Demi Tuhan saya bersumpah saya tidak bersalah. Dan fakta dipersidangan, tidak satupun yang terbukti saya bersalah," terangnya kepada Tribunkaltim.co, Senin (13/6/2022).

 Untuk membuktikan dirinya tidak bersalah, dirinya akan menempuh upaya terakhirnya, yakni Peninjauan Kembali (PK). Upaya tersebut kata SP, merupakan upaya terakhir yang nantinya akan ditempuh.

Melalui upaya itu juga, selain membebaskannya dari berbagai tuduhan korupsi, dirinya juga akan "menyeret" Pejabat Pembuatan Komitmen (PPK) , kegiatan pengadaan lahan untuk lapangan sepak bola di Kelurahan Rinding, PPTK, dan pejabat pengadaan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved