Kriminalitas Banjarmasin

Istri Jadi Terdakwa, Briptu Mahesa Mundur Jadi Saksi di Persidangan Arisan Online Banjarmasin

Briptu Mahesa memilih tidak memberi kesaksian dalam persidangan kasus arisan online di PN Banjarmasin dengan terdakwa istrinya, Rizky Amalia alias Ame

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD RAHMADI
Suasana persidangan kasus arisan online di Pengadilan Negeri Banjarmasin, Senin (13/6/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Briptu Mahesa memilih untuk tidak memberi kesaksian, dalam persidangan kasus arisan online yang melibatkan Rizky Amalia alias Ame yang tidak lain adalah istrinya.

Sebab, pada sidang lanjutan dengan agenda keterangan saksi, Senin (13/6/2022). di PN Banjarmasin ini Briptu Mahesa dihadirkan sebagai saksi.

Sikap untuk tidak memberikan kesaksian tersebut dipilih Briptu Mahesa ketika diberikan opsi oleh Ketua Majelis Hakim, Heru Kuncoro.

Sesuai dengan Hukum Acara Pasal 168 KUHAP yang menerangkan bahwa keluarga sedarah atau semenda, saudara dari terdakwa mempunyai hak undur diri dari kewajiban untuk memberikan keterangan sebagai saksi.

"Saya mundur untuk tidak memberikan kesaksian karena terdakwa adalah istri saya sendiri," kata Briptu Mahesa yang mengikuti persidangan secara daring tersebut.

Baca juga: Puting Beliung di Kabupten Banjar Kalsel, Dua Balai Desa dan Rumah Warga Rusak

Baca juga: VIDEO Satu Petugas Rutan Rantau Diberhentikan Sementara karena Diduga Jual Sabu ke Warga Binaan

Baca juga: Tahanan Satresnarkoba Meninggal Dunia, Kapolresta Banjarmasin Buka Suara

Mundurnya Briptu Mahesa sebagai saksi, membuat persidangan berlangsung singkat.

Nampak juga, Ame sesekali meneteskan air mata ketika melihat sang suami menjadi saksi dalam persidangan tersebut.

Sebelumnya, dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga mengadirkan satu orang saksi, yaitu Briptu Lutfhi yang merupakan rekan satu profesi suami terdakwa Ame.

Dalam persidangan itu, Briptu Lutfhi mengakui sempat membeli satu unit mobil dari terdakwa senilai Rp 90 Juta.

Lalu, mobil tersebut kembali dijual oleh Briptu Lutfhi kepada kerabatnya pada Februari 2022, sebelum terdakwa diketahui terjerat kasus arisan online.

Baca juga: CJH Kalsel Asal Balangan Meninggal dalam Pesawat, Almarhum Memiliki Riwayat Penyakit Diabetes

Baca juga: Sidang Fee Proyek, Saksi Sebut Minta Restu Bupati HSU Nonaktif Abdul Wahid

Baca juga: Bacakan Pembelaan di Tipikor Banjarmasin Pengalihan IUP, Mantan Kadis ESDM Tanbu Minta Keadilan

"Mobil yang saya beli bukan atas nama terdakwa ataupun nama suaminya, tetapi atas nama kepemilikan orang pertama kali yang berada di Kota Jakarta," ucap Briptu Lutfhi.

Selain itu juga, Briptu Lutfhi bersaksi bahwa suami terdakwa pernah meminjam uang kepadanya senilai Rp 200 juta.

Namun begitu, Briptu Lutfhi mengaku tidak mengingat untuk apa uang tersebut akan digunakan suami beserta terdakwa.

"Saya lupa, Yang Mulia, uang itu mereka pinjam untuk apa. Tetapi riwayat pesannya, masih saya simpan," jelasnya.

Selanjutnya, persidangan dijadwalkan akan digelar dengan agenda keterangan saksi pada saat Senin (20/6/2022).

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved