Berita Banjarmasin

Makam Warga di Banjarmasin yang Kematiannya Diduga Akibat Kekerasan Oknum Polisi Dibongkar

Makam korban yang diduga akibat kekerasan oknum Satresnarkoba Polres Banjar dibongkar Bid Propam Polda Kalsel

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD RAHMADI
Ariel, warga, saat menunjukkan peti jenazah almarhum S, pasca dikeluarkan dari makam yang terletak di kawasan Teluk Tiram, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (15/6/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Makam S (60) di kawasan Teluk Tiram, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), dibongkar, Rabu (15/6/2022).

Almarhum adalah warga Jalan Teluk Tiram, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel. Makamnya, di kawasan Teluk Tiram juga. 

Diduga, meregang nyawa karena tindakan tak sesuai prosedur dalam penangkapan oleh personel Satresnarkoba Polres Banjar dalam peristiwa yang terjadi saat Kamis (29/12/2021).

Dikatakan Abi, menantu almarhum, pembongkaran jasad mertuanya dimulai sekitar pukul 08.00 Wita dan selesai sekitar pukul 10.00 Wita. Tenda dipasang tepat di atas liang lahat.  

Masih kata Abi, saat makam dibongkar, bagian wajah dari jasad mertuanya tersebut terlihat masih utuh.

Baca juga: Enam Ruangan Kantor PWI Kalsel Dibobol Pencuri, CPU dan Audio Raib

Baca juga: Kecelakaan Maut di Simpang Empat Paliwara HSU Kalsel, Pengendara Motor Ini Tewas Terlindas Truk

Baca juga: Kecelakaan di Kalsel, Robek di Kepala, Pengendara Motor di Tanbu Tewas Setelah Tabrak Belakang Mobil

"Saya tidak melihat kondisi bagian tubuhnya seperti apa saat dibongkar, tapi yang jelas bagian wajahnya masih utuh," katanya di lokasi pemakaman.

Masih kata Abi lagi, pihaknya berharap setelah kegiatan pembongkaran makam almarhum ini agar bisa diketahui tentang penyebab kematian.

"Kalau sudah dibongkar seperti ini, diharapkan bisa diketahui penyebab meninggalnya," pungkas dia.

Selanjutnya, jenazah almarhum dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk diperiksa oleh tim medis.    

Telah diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Mochamad Rifa’i mengungkapkan kronologi penangkapan.

Saat upaya penangkapan oleh petugas, almarhum sempat melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam. 

Baca juga: Api Berkobar Lagi di Barabai Kabupaten HST Kalsel, Empat Rumah Ludes Dilumat Si Jago Merah

Baca juga: Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Bendungan Tapin, Penyidik Kejati Kalsel Panggil Camat Piani

Baca juga: Kantongi Nama, Polda Kalsel Kejar Terduga Pelaku Bandar Arisan Online di Martapura

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita dua senjata tajam, satu jenis pisau dan satu belati, bong dan alat hisap narkotika.

Sementara itu, pihak keluarga tidak terima atas kematian almarhum dan kemudian bersama kuasa hukumnya melapor ke Bid Propam Polda Kalsel, Senin (17/1/2021).

Dijelaskan Juma, istri kedua almarhum, dirinya melihat bagaimana tindakan kekerasan oleh oknum polisi terhadap mendiang suaminya.

Tidak sendiri, Juma mengakui bahwa anaknya yang masih berusia satu tahun kala itu juga menjadi saksi hidup.

( Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved