Breaking News:

Kriminalitas Banjarmasin

Meninggal pasca Ditangkap Dugaan Kasus Narkoba di Kab Banjar Kalsel, Jenazah S Diautopsi Polisi

Jenazah S (60) yang meninggal pasca ditangkap karena dugaan kasus narkoba di autopsi oleh Biddokkes Polda Kalsel dan nakes RSUD Ulin Banjarmasin

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Jenazah S pasca dilakukan autopsi di Fasilitas Pemularasan Jenazah RSUD Ulin Banjarmasin dikembalikan ke pemakaman di Banjarmasin, Rabu (15/6/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Lima jam lebih proses autopsi terhadap jenazah almarhum S (60) oleh personel Kedokteran Kepolisan (Dokpol) Biddokkes Polda Kalsel dan tenaga kesehatan RSUD Ulin Banjarmasin dilaksanakan di Fasilitas Pemularasan Jenazah RSUD Ulin Banjarmasin, Rabu (15/6/2022).

Dibawa menggunakan unit ambulan MG Elang, jenazah almarhum S yang diketahui meninggal dunia pasca ditangkap  karena kasus dugaan narkoba di Kabupaten Banjar kurang lebih enam bulan lalu tiba di RSUD Ulin sekitar pukul 8.30 Wita. 

Sejumlah keluarga dan kerabat almarhum juga ikut mendampingi dan mengantarkan jenazah S saat dilakukan autopsi. 

Terlihat di area Fasilitas Pemularasan Jenazah RSUD Ulin Banjarmasin, puluhan personel dari Polda Kalsel juga melakukan pengamanan area. 

Baca juga: Bidang Propam Polda Kalsel Turunkan Tim Tangani Tahanan Narkoba Meninggal

Baca juga: Narkoba Masuk Rutan Rantau, 44 Warga Binaan Dites Urine, Hasilnya Positif

Baca juga: Terduga Kasus Narkoba di Banjarmasin Tewas dengan Sejumlah Lebam, Istri Sempat Lihat Suami Dipukul

Sekitar pukul 14.00 Wita, autopsi akhirnya selesai dilaksanakan dan jenazah dikafani untuk dikembalikan ke tempat peristirahatan terakhirnya. 

Terkait hal ini, Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifa’i membenarkan bahwa autopsi itu merupakan salah satu tahapan dalam proses tindaklanjut atas laporan dari keluarga almarhum S ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Kalsel sebelumnya. 

"Betul di autopsi. Masih berproses ya," kata Kabid Humas dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Rabu (15/6/2022).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Kalsel, Kombes Pol Hendri Budiman melalui Kasubdit III Jatanras, AKBP Andy Rahmansyah menambahkan, autopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian almarhum S. 

Diketahui sebelumnya, almarhum S dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (30/12/2021) setelah sehari sebelumnya diamankan Polisi terkait dugaan kejahatan narkoba di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalsel. 

Dimana pihak keluarga dan kerabat almarhum S menduga telah terjadi kesalahan atau kelalaian prosedur dalam proses penindakan yang dilakukan Polisi sehingga menyebabkan almarhum S meregang nyawa. 

Baca juga: Narkoba Kalsel, Buron Tujuh Bulan, Bandar Sabu dari Desa Terpencil Diciduk di Desa Layuh HST

Ditemui pasca proses autopsi, adik almarhum S, Masrawi mengaku bersyukur autopsi telah dilaksanakan sebagai bentuk tindaklanjut serius Polda Kalsel atas laporan yang telah mereka layangkan sebelumnya. 

"Kami berharap melalui autopsi bisa diketahui yang sebenarnya penyebab kematian dan proses hukum bisa dilaksanakan dengan sebenar dan seadil-adilnya sesuai ketentuan yang berlaku di negara ini," ujar Masrawi. 

Informasi dihimpun Banjarmasinpost.co.id, hasil autopsi diperkirakan paling lama selesai setelah dua pekan namun bisa selesai lebih cepat. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody) 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved