Berita Kaltara

Satgas Pamtas Amankan 1,7 Ton Daging Ilegal dari Tawau Malaysia, Disimpan di Kabin Kapal Motor

Sebanyak 1,7 ton daging ilegal dari Tawau, Malaysia diamankan Satgas Pamtas RI-Malaysia  di Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan

Editor: Hari Widodo
TRIBUNKALTARA.COM/ HO-Yudhi
Sebanyak 1,7 ton daging beku dari Tawau, Malaysia diamankan Satgas Pamtas RI-Malaysia di Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Selasa (14/06/2022), sore. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, NUNUKAN - Sebanyak 1,7 ton daging ilegal diamankan Satgas Pamtas RI-Malaysia  di Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Selasa (14/06/2022), sore.

Daging ilegal dari Tawau, Malaysia tersebut disembunyikan di dalam sebuah kapal motor.

Dansatgas Pamtas RI-MLY Yonarmed 18/Komposit Letkol Arm Yudhi Ari Irawan mengatakan daging ilegal asal Tawau itu dimuat di atas kapal KM Imase-mase dan KM Bulungan Putra.

Yudhi menyebut wilayah Sebuku memang sering digunakan sebagai tempat transaksi barang ilegal yang masuk dari Malaysia melalui jalur laut atau sungai.

"Kami dapat informasi bahwa adanya dua kapal yang membawa daging beku dari Tawau. Lalu saya perintahkan personel untuk melaksanakan pengintaian di dermaga yang merupakan 'jalur tikus' di wilayah Sebuku," kata Yudhi Ari Irawan kepada TribunKaltara.com, Rabu (15/06/2022), pukul 10.00 Wita.

Baca juga: Lakukan Sweeping di Nunukan, Satgas Pamtas RI-Malaysia Amankan 9 Daging Ilegal dari Malaysia

Baca juga: Harga Daging Sapi Rp 140.000 Per Kg di Barabai, Penjual Sebut Akibat Larangan Pasokan Luar Daerah

Lebih lanjut Yudhi sampaikan, informasi yang mereka dapatkan terkait masuknya barang ilegal ternyata benar.

Dua kapal kayu yang berlabuh di Dermaga Apas Jalan Trans Sebuku Tetaban, membawa sebanyak 1,7 ton daging beku dari Tawau.

Adapun jenis daging beku ilegal tersebut yakni daging allana, nugget yota's, sosis ayam, nugget balley fresh, beef burger daging lembu, daging taylor preston produk New Zealand, dan sosis ayam chiken prank top q.

"Begitu kami periksa, daging beku ilegal itu disimpan dalam kabin KM Imase-mase dan KM Bulungan Putra," ucapnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Satgas Pamtas, Yudhi mengaku barang ilegal tersebut dibawa menggunakan randis dan truck sipil ke Pos Koki Tembalang untuk selanjutnya diserahkan kepada Balai Karantina Kabupaten Nunukan.

 Menurutnya membawa barang ilegal berupa daging tersebut telah melanggar UU Nomor 21 Tahun 2019 Tentang Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan.

"Informasi dari tersangka, rencana barang tersebut akan dijual di Pasar Kecamatan Sebuku," ujarnya.

Baca juga: Harga Sapi Naik, Daging di Banjarbaru Kalsel Tembus Rp 150 Ribu Perkilogram

Yudhi katakan, tindakan pihaknya untuk mengamankan daging beku ilegal dari Malaysia sebagai bentuk
antisipasi penularan virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini sedang mewabah di beberapa wilayah di Indonesia.

"Indonesia lagi dihadapkan pada virus PMK, sehingga mengamankan daging ilegal adalah cara untuk mencegah masuknya virus PMK di wilayah Nunukan," tuturnya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunKaltara.com dengan judul 1,7 Ton Daging Beku Tawau Disimpan Dalam Kabin Kapal, Diamankan Satgas Pamtas di Kecamatan Sebuku

Sumber: Tribun kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved