Narkoba di Kaltim

Tergiur Upah Jutaan Rupiah, 2 Pria Balikpapan Diringkus Saat Akan Kirim Sabu ke Penajam Paser Utara

Diduga terlibat dalam peredaran sabu, dua pria Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur (Kalteng) diringkus petugas Satresnarkoba Polresta Balikpapan

Editor: Hari Widodo
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Satresnarkoba Polresta Balikpapan, Selasa (14/6/2022), menggelar konferensi pers terkait pengungkapan jaringan pengedar sabu di Balikpapan yang akan mengedarkan ke Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.   

BANJARMASINPOST.CO.ID, BALIKPAPAN - Diduga terlibat dalam peredaran narkoba jenis sabu, dua pria Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur (Kalteng) diringkus petugas Satresnarkoba Polresta Balikpapan.

Kedua pria bernasib apes tersebut  masing-masing berinisial IR (25) dan ES (26).

Keduanya dibekuk di lokasi yang berbeda. Tersangka IR dibekuk di kawasan Jalan Pattimura, Batu Ampar, Balikpapan Utara, Balikpapan.

Tentu saja lokasi di Balikpapan itu dicurigai sebagai lokasi yang kerap menjadi tempat bertransaksi narkotika.

Baca juga: Jalankan Bisnis Sabu di Rumah, Saat Digerebek Pria di Balikpapan Barat Ini Terbukti Simpan Sabu

Baca juga: Simpan 7 Paket Sabu, Seorang Wanita di Binuang Dibawa ke Polres Tapin Kalsel

Baca juga: Demi Sabu dan Judi Online, Pria di Pontianak Nekat Gadaikan Motor Teman Sendiri  

Kasatresnarkoba Polresta Balikpapan, Kompol Roganda menyebut, IR dibekuk dan kemudian dilakukan penggeledahan oleh petugas.

"Dan tersangka menyerahkan dua paket sabu yang sebelumnya disimpan dalam kantong jaket yang tersangka pakai," ujar Roganda, Selasa (14/6/2022).

Setelah diinterogasi, menurut keterangan tersangka, warga Muara Rapak tersebut mengaku hanya disuruh mengambilkan oleh tersangka ES melalui pesan pribadi.

Lanjut Roganda, berdasarkan keterangan IR, team opsnal memburu dan berhasil menangkap ES di Jalan D.I Panjaitan, Karang Rejo, Balikpapan Tengah, Balikpapan.

"Dari interogasi yang dilakukan, menurut keterangan tersangka ES, sabu dibeli dengan cara mentransfer uang kepada seseorang beralias Alex seharga Rp 28 juta," imbuh Roganda.

 Modus operandinya, Roganda memaparkan bahwa barang haram tersebut dipasarkan di PPU.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved