Opini Publik

G20 dan Semangat Pemulihan Ekonomi

Harus diakui jika memasuki tahun ketiga wabah pandemi Covid-19, beberapa negara dunia telah merasakan tekanan inflasi yang tinggi.

Editor: Eka Dinayanti

Memajukan Investasi
Secara rasional harus kita pahami jika dalam mendukung pemulihan ekonomi secara berkala, Indonesia membutuhkan dorongan investasi secara kuat.

Apalagi realisasi investasi Indonesia yang berjalan sektor manufaktur pada triwulan I tahun 2022 meningkat signifikan seiring dengan hilirisasi industri dan membaiknya kondisi penanganan wabah Covid-19.

Namun, kekhawatiran ancaman deindustrialisasi dini masih membayangi struktur pemulihan ekonomi nasional. Jika melihat data investasi sepanjang 2022 realisasi investasi sektor industri pengolahan mencapai Rp 103,5 triliun.

Nilai ini telah berkontribusi 36,7 persen terhadap total nilai investasi sepanjang triwulan I-2022 sebesar Rp.282,4triliun. (Kemenkeu RI, 2022).

Untuk menjaga pertumbuhan investasi ekonomi demi menjaga tekanan inflasi secara lebih dalam ada dua pendekatan strategis yang perlu dioptimalkan pemerintah Indonesia.

Pertama, pemerintah Indonesia harus dapat memperbaiki kinerja industri manufaktur yang tidak maksimal di tengah dampak pandemi Covid-19 dan problem rantai pasok yang masih terjadi secara tidak stabil.

Kedua, pemerintah Indonesia harus dapat memberi loncatan kerja peralihan dari sektor pertanian ke sektor perdagangan. Dalam rasional ini perlu ada transformasi ekonomi dari industri dengan mengandalkan modernitas sektor pertanian yang dapat adaptif dengan industri manufaktur.

Untuk itulah dukungan realisasi investasi di sektor manufaktur yang meningkat dapat menjadi salahsatu momentum untuk kembali dapat meningkatkan geliat industri secara luas.

Namun, tantangannya bukan hanya menambah komposisi investasi sektor sekunder dibandingkan tersier, melainkan juga harus berdampak pada penciptaan lapangan kerja.

Saat ini, jumlah tenaga kerja masih lebih banyak terserap pada sektor pertanian, bukan di sektor industri pengolahan. Dalam sisi ini, kebijakan pemerintah harus on the track untuk memperkuat struktur manufaktur industri nasional supaya bisa lebih berdaya saing secara global. Pemerintah juga harus dapat lebih mengoptimalkan momentum forum kerjasama internasional ekonomi supaya dapat mempercepat kerja kolaborasi yang menguntungkan segala pihak. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved