Berita HST
Dua Pemburu Burung yang Tersesat di Kabupaten HST Ditemukan Dalam Keadaan Selamat
Dua pemburu burung tersesat 9 jam di hutan dapat ditemukan dalam keadaan selamat oleh tim pencari di Batu Bapaha, Kecamatan Haruyan, Kabupaten HST.
Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Sekitar 12 jam tersesat, dua orang pemburu ditemukan dalam kondisi selamat oleh relawan gabungan, Rabu (15/6/2022) sekitar pukul 21.40 Wita.
Keduanya, Fathurrahman (40) warga Desa Kapuh Kecamatan Haruyan dan Nurzaini (33) warga Pantai Hambawang Kecamatan Labuanamas Selatan, sama-sama Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Mereka hilang saat memulut (menangkap burung dengan jebakan getah) di sekitar objek wisata di Kecamatan Haruyan, Kabupaten HST, Kalsel, pada sekitar pukul 1000 Wita.
Seorang relawan, Misbakhul Munir, yang ikut dalam pencarian, saat dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Kamis (16/6), mengatakan, kedua orang prmburu burung itu tersesat karena sampai menjelang senja belum juga pulang.
Baca juga: Seorang Calon Haji dari Kabupaten Hulu Sungai Utara Tertunda Berangkat
Baca juga: Narkoba Kalsel, Kades Pekacangan Amuntai Utara HSU Kedapatan Nyabu di Kantor Bareng Seorang Honorer
"Kontak terakhir dengan istrinya Fathurrahman masih ada jaringan seluler. Namun semakin ke atas kedua pemburu burung itu kehilangan kontak. Istrinya pun melaporkan kondisi suaminya yang tersesat bersama temannya tersebut ke para relawan di Kabupaten HST," kata Munir kepada Banjarmasinpost.co.id.
Pencarian pun dilakukan tim gabungan dari BPBD HST, Balakar 654 Murakata, didampingi masyarakat , yaknis sekitar pukul 20.00 Wita.
Saat dalam pencarian, kedua pemburu binatang itu masih bisa dihubungi, namun jaringannya tidak stabil.
"Saat berada di Batu Bapaha, keduanya mendengar teriakan para relawan yang memanggil hingga akhirnya ditemukan. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi sehat," jelas Munir.
Baca juga: Majelis Hakim PTUN Banjarmasin Tolak Permohonan Penundaan Eksekusi Pasar Batuah
Baca juga: Beberapa Hari Sempat Nihil, Warga di Kabupaten Tanahlaut Kembali Terpapar Covid-19
Sedangkan keterangan dari kedua pemburu, sebelum tersesat sedang mencari jaringan seluler untuk menghubungi keluarga.
Namun beberapa kali menginjak tanah longsor, hingga kemalaman, akhirnya tersesat dan lupa jalan menuju pulang
(Banjarmasinpost co.id/Hanani)