Berita Bisnis
Usaha Tambal Ban, Tak Perlu Banyak Modal, Cukup Bermodalkan Keterampilan Perbengkelan
Salah satu usaha kecil yang banyak ditemui di pinggiran jalan adalah tambal ban.
Penulis: Salmah | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Salah satu usaha kecil yang banyak ditemui di pinggiran jalan adalah tambal ban.
Usaha ini tidak banyak modal dan perlu keterampilan perbengkelan sederhana.
Peralatan diperlukan adalah pompa manual dan pompa tabung kompresor.
Kemudian kunci pas dan bilah besi pencongkel atau pembuka ban dari velg.
Baskom untuk merendam ban dalam.
Baca juga: Hari Ini Deadline Pengosongan Pasar Batuah, Satpol PP Banjarmasin Belum Lakukan Pembongkaran
Baca juga: Tahapan Pemilu 2024 Dilaunching, Ini yang Dilakukan KPU Banjarmasin
Kompor pemanas saat ban dalam sudah ditempel penambal.
Sedangkan untuk ban tubeless alatnya berupa botol berisi air sabun untuk mengecek titik bocor.
Kemudian sejenis paku panjang berpengait untuk menusukan bahan tambal ke titik bocor.
Ayah Rani, salah seorang pelaku usaha tambal ban di kawasan Jl Veteran, seberang Gg Bakti, Banjarmasin Timur, menjelaskan, usaha ini sudah lama ia lakoni.
Setiap pagi hingga sore ia menunggu pengendara yang perlu bantuan menambal ban kendaraannya.
"Alhamdulillah, setiap hari selalu ada yang mampir, baik pengendara sepeda motor maupun mobil, paling tidak sedikitnya 2-3 orang sehari," ujarnya.
Ayah Rani mematok biaya tambal Rp15 ribu untuk ban sepeda motor dan Rp 20 ribu untuk ban mobil.
Sedangkan untuk tambah angin ban biayanya sukarela saja.
Baca juga: Penutupan MTQ di Mataraman Kabupaten Banjar Diwarnai House Music Menuai Kecaman
Baca juga: Penyaluran BLT Dana Desa Tahap Kedua Dilaksanakan di Beramban Kabupaten Tapin
"Isi angin itu yang setiap hari selalu ada. Lumayan lah untuk tambahan penghasilan," kata Ayah Rani yang sehari rata-rata dapat penghasilan Rp50 ribu.
Selain menambal ban, Ayah Rani juga menjual ban bekas terutama jenis kendaraan roda dua.
Ban bekas ini kategori masuk layak pakai dan biasanya dibeli orang untuk pemakaian sementara waktu sebelum beli ban baru.
Lanjutnya, selama menggeluti usaha ini sudah beberapa orang yang membantunya dan mereka semua satu per satu sudah punya usaha tambal ban sendiri.
"Ya, melalui usaha ini saya juga turut memberi pengalaman bagi orang lain agar bisa buka usaha sama di tempat lain," tandasnya.
(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Rani-penambal-ban-kendaraan-bermotor-yang-berada-di-Jl-Veteran-Banjarmasin.jpg)